Israel dikabarkan berencana meminta kemampuan pertahanan
tambahan dari Amerika Serikat (AS), sebagai kompensasi setelah Washington
menyetujui penjualan jet tempur F-35 kepada Arab Saudi.
Menurut laporan kantor berita Israel Walla pada Jumat
(18/9/2026), Tel Aviv akan berupaya membeli sejumlah sistem senjata yang
sebelumnya ditolak persetujuannya oleh pemerintahan Presiden AS Donald Trump.
Masih dari laporan yang sama, disebutkan permintaan Israel
tidak hanya mencakup jet tempur canggih dan pesawat siluman generasi
berikutnya, tetapi juga senjata berbasis ruang angkasa serta pengembangan dan
produksi pesawat pencegat.
Senjata lain yang akan diminta Israel bahkan termasuk
amunisi penghancur bunker dan sistem bawah tanah yang mampu beroperasi jauh di
bawah pegunungan berbatu, seperti dikutip dari Anadolu, Sabtu (19/9/2026).
Sebelumnya, pada Kamis (17/9/2026), Departemen Luar Negeri
AS menyetujui kemungkinan penjualan 48 jet tempur F-35 bernilai US$ 24,3 miliar
kepada Arab Saudi. Paket penjualan tersebut juga meliputi 49 mesin Pratt &
Whitney F135-PW-100, peralatan kriptografi, dukungan peperangan elektronik,
pelatihan, serta paket logistik. Pemberitahuan mengenai kemungkinan penjualan
itu telah dikirimkan kepada Kongres AS.
Jika rampung, kesepakatan tersebut akan menjadikan Arab
Saudi negara Arab pertama yang mengakuisisi jet tempur F-35. Sementara Israel
saat ini menjadi satu-satunya operator pesawat tersebut di Timur Tengah.