Kendaraan yang melintas saat hujan abu vulkanis perlu mendapat perhatian khusus setelah perjalanan selesai. Sebab, material vulkanis yang menempel pada permukaan kendaraan tidak bisa diperlakukan seperti debu biasa dan langsung dibersihkan menggunakan kain.
Partikel yang menempel pada bodi kendaraan dapat bersifat abrasif. Jika langsung digosok saat masih kering, abu tersebut justru berpotensi menggores permukaan kendaraan. Karena itu, cara membersihkan kendaraan setelah terpapar hujan abu perlu dilakukan secara bertahap.
Selain bagian luar, pemilik kendaraan juga perlu memperhatikan sejumlah komponen yang berpotensi terkena endapan abu, seperti filter udara dan sistem pendingin. Lantas, apa yang perlu dilakukan?
Cara Menangani Kendaraan setelah Terpapar Abu Vulkanis
Melansir laporan Antara, berikut sejumlah langkah yang perlu dipahami dan dilakukan sebagai pertolongan pertama:
1. Jangan langsung mengelap kendaraan
Hal pertama yang perlu dilakukan setelah kendaraan terkena hujan abu adalah tidak terburu-buru mengambil kain untuk membersihkannya. Mengelap atau menggosok kendaraan ketika masih terdapat abu dalam kondisi kering dapat menyebabkan goresan pada bodi.
Hal tersebut terjadi karena partikel abu dapat berada di antara kain dan permukaan kendaraan. Ketika digosok, partikel tersebut berpotensi bekerja seperti bahan abrasif.
Karena itu, langkah awal yang lebih tepat adalah mengurangi sebanyak mungkin endapan abu menggunakan air sebelum permukaan kendaraan dibersihkan lebih lanjut.
“Langkah pertama adalah jangan mengelap atau menggosok dalam kondisi kering, karena partikel abu akan terseret dan menimbulkan baret halus,” kata ahli otomotif Institut Teknologi Bandung (ITB) Agus Purwadi, dikutip dari Antara, Rabu (9/9/2026).
2. Tunggu hujan abu mereda
Pembersihan kendaraan juga tidak perlu dilakukan ketika abu masih terus berjatuhan. Selain membuat proses pencucian menjadi berulang, kondisi tersebut dapat meningkatkan paparan abu terhadap pemilik kendaraan.
Tunggu sampai situasi lebih memungkinkan sebelum mulai membersihkan kendaraan sehingga risiko terjadi lecet akibat abu vulkanis menjadi lebih kecil. Dengan demikian, kendaraan yang masih berada di tengah kondisi hujan abu sebaiknya tidak langsung dibersihkan hanya karena permukaannya sudah terlihat kotor.
"Jika masih ada hujan abu, sebaiknya tunggu situasi mereda agar pembersihan tidak berulang dan risiko abrasi lebih kecil," imbuhnya.
3. Bilas abu dengan air mengalir
Setelah kondisi memungkinkan, langkah berikutnya adalah membilas kendaraan menggunakan air mengalir. Tujuannya untuk melepaskan partikel abu yang menempel sebelum dilakukan pencucian lebih lanjut.
Pembilasan dapat dilakukan dari bagian atas kendaraan menuju ke bawah. Setelah abu terangkat, pemilik kendaraan dapat melanjutkan proses menggunakan sampo mobil dengan pH netral dan kain microfiber yang bersih serta lembut.
Pemilik kendaraan juga perlu memerhatikan tekanan air ketika menyemprot kendaraan. Penyemprotan kendaraan sebaiknya dilakukan dengan tekanan yang rendah dari jarak yang tidak terlalu dekat.
Pada kendaraan mobil, wiper perlu diangkat terlebih dahulu sebelum mobil dibilas sehingga abu vulkanis yang terjebak di antara karet dan kaca tidak menyebabkan goresan pada kaca mobil.
4. Bersihkan seluruh bagian kendaraan
Membersihkan kendaraan setelah terpapar abu tidak cukup hanya dengan mencuci panel bodi. Abu dapat masuk ke berbagai bagian kendaraan dan menumpuk di sejumlah komponen.
Bagian seperti mesin, radiator, bagasi, dan tempat penyimpanan ban cadangan penting untuk diperhatikan. Namun, proses pencucian tetap harus memperhatikan bagian kelistrikan serta saluran udara agar tidak menimbulkan persoalan baru.
Setelah partikel abu berhasil dibilas, pencucian dapat dilanjutkan menggunakan sampo mobil dengan pH netral dan kain microfiber bersih.
5. Jangan aktifkan wiper saat kaca masih berabu
Kaca depan kendaraan juga membutuhkan perlakuan khusus. Abu yang berada di antara kaca dan karet wiper dapat menggores permukaan kaca apabila wiper langsung digunakan.
“Kalau mobil sudah tertutup abu, prinsip pertama adalah jangan langsung digosok. Jangan mengelap bodi dalam keadaan kering dan jangan langsung mengaktifkan wiper, karena abu yang terjebak antara karet dengan kaca dapat bekerja seperti material abrasif,” tutur pakar otomotif ITB Yannes Martinus Pasaribu.
Karena itu, kaca perlu terlebih dahulu dibilas menggunakan air untuk menghilangkan partikel abu. Karet wiper juga perlu dipastikan sudah terbebas dari abu sebelum digunakan kembali.
6. Periksa filter udara
Setelah bagian luar kendaraan selesai dibersihkan, perhatian berikutnya perlu diarahkan pada komponen yang berhubungan dengan sirkulasi udara.
Abu vulkanis dapat menyumbat sistem penyaringan udara. Dalam paparan yang berat, kondisi tersebut berpotensi menyebabkan masalah pada kendaraan, termasuk overheating hingga kegagalan mesin. Partikel yang masuk ke mesin juga dapat meningkatkan keausan komponen.
Untuk menangani hal ini, lakukan pembersihan atau penggantian filter udara sesuai prosedur pada buku manual kendaraan. Jika kendaraan mengalami paparan yang parah, pemilik dapat membawanya ke bengkel untuk diperiksa dan dibersihkan oleh tenaga profesional.
7. Perhatikan kondisi rem
Paparan abu juga perlu diperhatikan pada komponen kendaraan yang memiliki bagian bergerak, termasuk sistem pengereman yang cukup rentan terhadap abrasi dan penyumbatan akibat abu.
Karena itu, kondisi rem perlu diperhatikan setelah kendaraan digunakan di lingkungan yang banyak mengandung abu. Jika terdapat perubahan atau gejala yang tidak normal pada kinerja rem, kendaraan sebaiknya diperiksa di bengkel.
Menangani kendaraan setelah menerobos hujan abu membutuhkan cara yang berbeda dari membersihkan debu biasa. Langkah pertama bukan mengelap bodi, melainkan menghindari gesekan langsung dengan partikel yang masih menempel.
Setelah kondisi aman dan hujan abu mereda, kendaraan dapat dibilas menggunakan air mengalir dari atas ke bawah. Pencucian kemudian dilanjutkan dengan sampo mobil ber-pH netral dan kain microfiber yang bersih.
Pemilik kendaraan juga perlu memeriksa bagian lain yang berpotensi terdampak, terutama filter udara, sistem pendingin, sistem rem, serta komponen yang mengalami paparan abu dalam jumlah banyak. Jika kondisinya parah, pemeriksaan di bengkel dapat dilakukan oleh tenaga profesional.