-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Mantan pelatih Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino, melontarkan pernyataan mengejutkan

Jumat, 11 September 2026 | September 11, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-10T20:39:16Z

 Mantan pelatih Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino, melontarkan pernyataan mengejutkan. Ia menilai Tottenham seharusnya dinobatkan sebagai juara Premier League musim 2016-2017 secara mendadak (retrospektif), menggeser Chelsea yang kala itu keluar sebagai kampiun. Tuntutan tersebut muncul setelah penyelidikan Premier League membongkar praktik pembayaran rahasia senilai £ 47 juta (sekitar Rp 950 miliar) yang dilakukan Chelsea antara tahun 2011 hingga 2018. 


Disebut BBC, Kamis (10/9/2026), pembayaran "di bawah meja" ini diberikan kepada agen tak terdaftar dan pihak ketiga demi memuluskan transfer sejumlah pemain bintang, termasuk Eden Hazard, Samuel Eto'o, Willian, Ramires, David Luiz, Andre Schurrle, dan Nemanja Matic.  Pada musim 2016-17, empat dari pemain tersebut, Hazard, Willian, Luiz, dan Matic, menjadi pilar inti Chelsea untuk meraih gelar juara dengan unggul tujuh poin dari Tottenham yang finis di posisi kedua.



Sanksi sejauh ini berupa denda finansial dari UEFA, Premier League, dan Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA). Namun, Pochettino menilai hukuman berupa denda tidaklah adil bagi klub-klub yang bersaing secara jujur.


“Jika mereka sudah mengakui telah melanggar aturan, maka gelar juara Premier League seharusnya diberikan kepada tim peringkat kedua,”ujar Pochettiono. 


Pernyataan Pochettino mewakili kekecewaan banyak fan sepak bola di Inggris. Mereka membandingkan nasib Chelsea dengan klub-klub seperti Everton dan Nottingham Forest, yang langsung dijatuhi sanksi pengurangan poin di tengah musim hanya karena pelanggaran kecil pada aturan ambang batas kerugian finansial (Profit and Sustainability Rules).


Pada sisi lain, Chelsea yang diduga menggunakan uang rahasia untuk membajak pemain-pemain bintang justru hanya dijatuhi sanksi denda. Tidak heran jika banyak fan sepak bola Inggris kecewa dengan standar ganda itu. 


Seberapa Besar Peran Para Pemain "Bermasalah" Tersebut?

Pochettino meyakini gelar juara Liga Inggris yan diraih Chelsea pada musim 2016/2017 diraih dengan cara yang salah. Rekrutan baru mereka pada musim itu didapat dengan cara yang tak benar. Masalahnya rekrutan tersebut justru berperan penting pada perebutan gelar juara. 


Berdasarkan catatan BBC, kontribusi empat pemain yang ditransfer lewat pembayaran rahasia itu memang sangat vital dalam membawa Chelsea menjuarai liga di bawah asuhan Antonio Conte saat itu:


Eden Hazard: Mencetak 16 gol dan 5 assist, serta terpilih sebagai Pemain Terbaik Chelsea.

Nemanja Matic: Menjadi benteng kokoh di lini tengah bersama N'Golo Kante.

David Luiz: Menjadi jenderal di lini pertahanan tiga bek dan masuk dalam Tim Terbaik PFA.

Willian: Menyumbang 8 gol dan menjadi senjata mematikan di lini serang.

Tanpa kehadiran para pemain bintang tersebut, peta persaingan Premier League musim 2016-17 diyakini bakal jauh berbeda. Meski demikian, pakar hukum olahraga menilai peluang Tottenham untuk mendapatkan trofi tersebut secara menyusul sangatlah kecil. Sepanjang sejarahnya, Premier League belum pernah mencabut gelar juara dari sebuah klub setelah musim kompetisi resmi berakhir.


×
Berita Terbaru Update