PT Nindya Karya (Persero) memperkuat sinergi dengan
kemitraan melalui strategic partnership forum (SPF) 2026. Forum tersebut
menjadi wadah evaluasi kerja sama sekaligus menyelaraskan kebutuhan proyek
perusahaan dengan para mitra pemasok.
Direktur Utama PT Nindya Karya (Persero) Firmansyah
mengatakan, mitra bisnis merupakan bagian penting dalam mendukung
keberlangsungan operasional dan pencapaian kinerja perusahaan. Karena itu,
hubungan kemitraan perlu dibangun melalui kolaborasi yang terbuka, profesional,
dan berorientasi pada kinerja.
“Hubungan dengan
mitra merupakan bagian penting dalam ekosistem bisnis Nindya Karya. Karena itu,
diperlukan kolaborasi yang kuat, transparan, profesional, dan berorientasi pada
kinerja agar setiap proyek dapat berjalan dengan baik dan memberikan hasil
terbaik,” ujar Firmansyah kepada wartawan, Sabtu (12/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut dihadiri
60 perwakilan mitra bisnis. Forum ini menjadi momentum untuk mempererat
komunikasi dan kolaborasi antara jajaran manajemen Nindya Karya dengan para
mitra.
Diskusi membahas perkembangan proyek, pengalaman dan
pembelajaran selama pelaksanaan kerja sama, serta berbagai hal yang perlu
diperhatikan dalam menghadapi proyek-proyek mendatang. Aspek rantai nilai dan
keuangan turut menjadi pembahasan untuk menjaga efektivitas dan keberlangsungan
hubungan kerja sama.
Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi interaktif mengenai
pentingnya proses kerja sama yang semakin terintegrasi, efisien, dan responsif
terhadap kebutuhan proyek.
Forum tersebut juga membahas pentingnya menjaga mutu, tata
kelola, serta kesehatan hubungan bisnis antara Nindya Karya dan para mitra.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Nindya Karya Sri
Haryanto mengatakan, mandor memiliki peran penting sebagai ujung tombak
keberhasilan pelaksanaan proyek. Menurutnya, mandor dan mitra kerja merupakan
bagian dari ekosistem strategis perusahaan.
“Menurut kami, mandor atau mitra kerja hadir sebagai mitra
strategis yang bersama-sama dengan PT Nindya Karya (Persero) dengan tujuan yang
sama, yaitu menghasilkan pekerjaan terbaik, sehingga perlu untuk menjaga
komitmen bersama dalam mengoptimalkan waktu, biaya dan produktivitas,” ucapnya.
Melalui SPF 2026, Nindya Karya mendorong hubungan kerja sama
yang lebih luas dan berkembang menjadi kemitraan jangka panjang. Perusahaan
juga menegaskan komitmennya membangun ekosistem rantai pasok yang kuat,
profesional, dan berkelanjutan.
Dukung Swasembada Garam Nasional
Selain memperkuat kemitraan bisnis, Nindya Karya dipercaya
pemerintah untuk mendukung pengembangan swasembada garam nasional. Salah
satunya melalui pembangunan kawasan industri garam yang diharapkan meningkatkan
kapasitas produksi garam dalam negeri sekaligus memperkuat ketahanan pangan.
Pihaknya terus mempercepat pembangunan infrastruktur kawasan
pergaraman terpadu. Infrastruktur tersebut dirancang untuk mendukung
peningkatan kapasitas produksi garam dan mengurangi ketergantungan terhadap
garam impor.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan,
pembangunan K-SIGN diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Rote
Ndao dan Provinsi Nusa Tenggara Timur.
"Jika kita ingin mandiri, maka produksi harus diperkuat
agar hasilnya dinikmati oleh masyarakat kita sendiri," ujar Zulkifli
Hasan, Sabtu (1/8/2026).
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah
daerah, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci agar proyek tersebut
memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan.
Bangun Sekolah Rakyat di 20 Lokasi
Nindya Karya juga mendukung program strategis pemerintah
melalui pembangunan Sekolah Rakyat. Pembangunan tersebut tersebar di 20 lokasi
di empat provinsi sebagai bagian dari upaya pemerintah memperluas akses
pendidikan yang berkualitas dan merata.
Ke-20 lokasi tersebut berada di Sulawesi Selatan, Sumatera
Utara, Jawa Timur, dan Maluku. Kehadiran fasilitas pendidikan itu diharapkan
meningkatkan akses pendidikan, termasuk bagi masyarakat di kawasan tertinggal,
terdepan, dan terluar (3T).
Sebanyak 20 lokasi pembangunan meliputi Kabupaten Bone,
Kabupaten Sinjai, Kota Makassar, Kabupaten Takalar, Kota Medan, Kabupaten Deli
Serdang, Kabupaten Serdang Bedagai, Kabupaten Tapanuli Selatan, Kota Padang
Sidempuan, Kota Pasuruan, Kabupaten Pasuruan, Kota Kediri, Kabupaten Kediri,
Kabupaten Malang, Kota Blitar, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Jember,
Kabupaten Banyuwangi, Kota Tual, dan Kabupaten Maluku Tengah.
Sekolah Rakyat dibangun sebagai kompleks pendidikan terpadu.
Fasilitasnya mencakup gedung sekolah jenjang SD, SMP, dan SMA, rumah susun
guru, asrama siswa, kantin, masjid, gedung ibadah, hingga gedung serbaguna.
Nindya Karya Garap Dua Bendungan
Nindya Karya juga mendukung program strategis nasional
melalui penyelesaian dua bendungan yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto.
Kedua bendungan tersebut merupakan bagian dari lima bendungan yang diresmikan
pemerintah untuk memperkuat ketahanan air, pangan, dan energi nasional.
Peresmian lima bendungan dipusatkan di Bendungan Meninting,
Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Selain Bendungan Meninting,
Presiden meresmikan Bendungan Jlantah di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah,
Bendungan Sidan di Kabupaten Gianyar, Bali, Bendungan Keureuto di Kabupaten
Aceh Utara, Aceh, serta Bendungan Rukoh di Kabupaten Pidie, Aceh.
Dua dari lima bendungan tersebut merupakan proyek yang
dikerjakan Nindya Karya, yakni Bendungan Meninting di Nusa Tenggara Barat dan
Bendungan Rukoh di Aceh.
Bendungan Meninting memiliki kapasitas tampung mencapai 9,91
juta meter kubik. Bendungan ini mampu melayani irigasi seluas 1.559 hektare dan
menyediakan air baku sebesar 0,15 meter kubik per detik.
Selain itu, Bendungan Meninting diproyeksikan mengurangi
risiko banjir di area seluas 59 hektare. Bendungan tersebut juga memiliki
potensi pembangkit listrik melalui PLTA berkapasitas 0,80 MW dan PLTS terapung
sebesar 9,23 MW.
Sementara itu, Bendungan Rukoh di Kabupaten Pidie, Aceh,
dibangun untuk memperkuat sistem irigasi dan mendukung produktivitas sektor
pertanian di wilayah tersebut.