Presiden Amerika Serikat (AS)
Donald Trump mengatakan dirinya telah memasuki tahap penentuan terkait langkah
berikutnya dalam perang dengan Iran. Trump memperingatkan akan ada perkembangan
besar apabila Teheran tidak mengubah sikapnya.
Dalam wawancara dengan Fox News pada Minggu (20/9/2026),
Trump menyebut dirinya tengah mempertimbangkan sejumlah pilihan, mulai dari
meningkatkan tekanan terhadap Iran, membiarkan perekonomian negara tersebut
terus memburuk, hingga mencapai kesepakatan melalui jalur diplomasi.
“Pertanyaan saya adalah, jika dan kapan saya menghancurkan
seluruh negara itu? Mereka sebaiknya bersikap baik,” kata Trump, dikutip dari
laporan media internasional, Minggu (20/9/2026).
Trump juga mengatakan perkembangan besar akan terjadi dalam
waktu yang tidak terlalu lama. Pernyataan tersebut disampaikan ketika perang
AS-Iran telah memasuki fase berkepanjangan dan Trump kembali mempertimbangkan
langkah selanjutnya terhadap Teheran.
Meski mengeluarkan peringatan keras, Trump membuka peluang
melakukan pembicaraan dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian. Ketika ditanya
mengenai Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Trump mengatakan
dirinya kemungkinan terbuka untuk bertemu dengan Pezeshkian.
Hingga laporan tersebut disampaikan, pemerintah Iran maupun
Pezeshkian belum memberikan tanggapan atas kemungkinan pertemuan dengan Trump.
Pekan tingkat tinggi Sidang Majelis Umum PBB ke-81
berlangsung pada 18-28 September di Markas Besar PBB di New York. Debat umum
dijadwalkan berlangsung pada 22-28 September.
Trump juga menyinggung perkembangan konflik di kawasan Timur
Tengah. Ia mengatakan Washington terus berkomunikasi dengan kelompok Houthi di
Yaman setelah kelompok tersebut melancarkan serangan rudal balistik yang
menyasar Arab Saudi.
Menurut Trump, Houthi telah menyatakan kesediaan untuk
menghindari konfrontasi dengan pasukan AS.
Trump sebelumnya juga mengatakan perang dengan Iran dapat
berakhir setelah pemilu sela AS pada November mendatang.
Di tengah ketegangan tersebut, Departemen Luar Negeri AS
mengeluarkan peringatan perjalanan bagi warga negaranya terkait meningkatnya
risiko keamanan di kawasan. Pemerintah AS memperingatkan potensi eskalasi serta
kemungkinan Iran dan kelompok yang mendukungnya menargetkan kepentingan,
bisnis, dan institusi AS maupun lokasi yang berkaitan dengan warga AS di
berbagai negara.
Peringatan tersebut mencerminkan meningkatnya risiko
keamanan di kawasan Timur Tengah. Departemen Luar Negeri AS juga sebelumnya
menetapkan sejumlah negara di kawasan pada tingkat peringatan perjalanan yang
tinggi akibat konflik bersenjata dan ancaman serangan rudal maupun drone.