Badan Pengelola (BP) BUMN bersama Danantara akan memanfaatkan aset milik badan usaha milik negara (BUMN) untuk mengembangkan 12 kota masa depan dengan konsep smart city atau kota pintar. Kawasan tersebut dirancang terintegrasi dengan fasilitas publik, seperti sekolah, rumah sakit, dan hunian terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah.
Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria mengatakan, pengembangan 12 kota masa depan ini tidak harus dilakukan di kawasan dengan luas ribuan hektare. Hal terpenting adalah tersedianya fasilitas yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.
“12 smart city yang dibentuk di berbagai kota, skalanya enggak sebesar ribuan-ribuan hektare. Jadi ada sekolahnya, ada rumah sakitnya, itu yang penting ya. Kemudian juga kita menjadikan rumah murah buat kelas menengah ke bawah,” ujar Dony dikutip Antara, Rabu (21/10/2026).
Menurut Dony, pengembangan kota masa depan diarahkan untuk menciptakan kawasan perkotaan yang tidak hanya memiliki infrastruktur modern, tetapi juga menyediakan hunian dengan harga terjangkau. Konsep ini diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap tempat tinggal layak dan fasilitas publik.
Untuk mendukung rencana tersebut, BP BUMN dan Danantara akan mengoptimalkan sejumlah aset BUMN yang berpotensi dikembangkan menjadi kawasan perkotaan. Beberapa lokasi yang disebutkan meliputi aset PTPN di Walini, Padalarang, kawasan Batang, serta lahan di Deli Serdang, Medan.
Aset-aset tersebut akan dikonsolidasikan untuk mempercepat pengembangan kota masa depan. Dony juga mendorong pembentukan badan usaha dan percepatan proses pengalihan aset agar pembangunan dapat segera dilaksanakan.
Padalarang Disiapkan untuk Pengembangan Ratusan Ribu Hunian
Salah satu kawasan yang masuk dalam rencana pengembangan adalah Padalarang, Jawa Barat. Di wilayah ini, pembangunan diproyeksikan mencakup sekitar 200.000 hingga 250.000 unit hunian dengan skema yang dirancang terjangkau bagi masyarakat.
Pengembangan kawasan tersebut juga akan didukung infrastruktur perkotaan dan konsep transit-oriented development (TOD), yakni penataan kawasan yang mengintegrasikan hunian dengan transportasi publik. Pendekatan ini bertujuan meningkatkan konektivitas sekaligus memudahkan mobilitas masyarakat.
Selain perumahan, konsep 12 kota masa depan tersebut mencakup penyediaan fasilitas pendidikan, rumah sakit, dan infrastruktur pendukung lainnya. Dengan demikian, kawasan yang dikembangkan diharapkan dapat menjadi lingkungan tempat tinggal yang terintegrasi dengan berbagai kebutuhan sehari-hari.
Pemanfaatan aset BUMN menjadi salah satu langkah yang ditempuh untuk mengembangkan kawasan produktif sekaligus mendukung penyediaan hunian. BP BUMN dan Danantara berharap pengembangan tersebut dapat menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru serta memperluas akses masyarakat terhadap fasilitas publik.
Melalui rencana pembangunan 12 kota masa depan, pemerintah juga mendorong pengembangan kawasan perkotaan yang tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi turut memperhatikan kebutuhan perumahan masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan menengah ke bawah.
