Kabut asap yang menyelimuti Kota Pekanbaru mulai diikuti
peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Puskesmas Simpang
Tiga mencatat kasus ISPA naik dari sembilan kasus pada 1 Oktober menjadi 20 kasus
pada 3 Oktober 2026.
Kepala Puskesmas Simpang Tiga, Sri Elfira B mengatakan,
peningkatan kasus tersebut tercatat berdasarkan data sejak 1 Oktober 2026.
Namun, pada 4 Oktober dan 5 Oktober tidak ada kasus ISPA yang tercatat,
sementara data untuk 6 Oktober belum direkap.
"Kalau mulai dari 1 Oktober itu ada sembilan kasus.
Terus tanggal 2 Oktober ada 15 kasus, pada 3 Oktober ada 20 kasus. Lalu, pada 4
Oktober sampai 5 Oktober tidak ada kasus ISPA sama sekali. Khusus hari ini
belum kita rekap," ujar Sri Elfira kepada wartawan.
Sri Elfira mengatakan, meski tidak ada kasus baru yang
tercatat pada 4 Oktober dan 5 Oktober, peningkatan terlihat dalam periode 1-3
Oktober. Kasus tersebut ditemukan pada berbagai kelompok usia, termasuk
kelompok rentan seperti balita dan lansia.
"Kalau dilihat dari 1 Oktober ke 3 Oktober memang ada
peningkatan, dari sembilan menjadi 15, kemudian 20 kasus," katanya.
Puskesmas Simpang Tiga mengimbau masyarakat, khususnya
kelompok rentan, membatasi aktivitas di luar rumah selama kabut asap masih
terjadi. Kelompok yang menjadi perhatian antara lain balita, ibu hamil, dan
lansia.
"Imbauan kami dari puskesmas agar seluruh warga,
khususnya kelompok rentan, baik balita, ibu hamil, dan lansia, membatasi
kegiatan dan aktivitas di luar rumah," jelasnya.
Jika aktivitas di luar rumah tidak dapat dihindari, maka
masyarakat diminta menggunakan masker untuk mengurangi risiko gangguan
kesehatan akibat paparan kabut asap.
Warga juga diingatkan memperhatikan kondisi kesehatan,
terutama jika mengalami batuk, sesak napas, atau gangguan pernapasan lainnya.
Keluhan serupa dirasakan salah seorang warga, Nike. Ia
mengatakan anaknya yang berusia 10 tahun dan duduk di kelas 5 sekolah dasar
mengalami batuk disertai sesak di bagian dada.
Menurutnya, dokter menyebut kondisi tersebut bisa
dipengaruhi oleh paparan kabut asap. Anaknya juga mengalami keluhan pada
tenggorokan seperti terdapat lendir, terutama ketika batuk.
"Batuk, dadanya mulai sesak kalau sudah batuk. Dibilang
dokter bisa jadi pengaruh karena asap," tambahnya.
Nike mengatakan keluhan batuk tersebut dapat muncul pada
pagi, siang, maupun malam hari. Anaknya kemudian diberikan obat batuk dan
vitamin.
Peningkatan kasus ISPA tersebut menjadi perhatian di tengah
kondisi kabut asap yang menyelimuti Pekanbaru. Masyarakat, terutama kelompok
rentan, diimbau mengurangi paparan asap dan segera memeriksakan diri apabila
mengalami gangguan pernapasan.
