-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Kabut asap yang menyelimuti Kota Pekanbaru mulai diikuti peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Puskesmas Simpang Tiga mencatat kasus ISPA

Kamis, 08 Oktober 2026 | Oktober 08, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-07T18:30:46Z

 


Kabut asap yang menyelimuti Kota Pekanbaru mulai diikuti peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Puskesmas Simpang Tiga mencatat kasus ISPA naik dari sembilan kasus pada 1 Oktober menjadi 20 kasus pada 3 Oktober 2026.

 

Kepala Puskesmas Simpang Tiga, Sri Elfira B mengatakan, peningkatan kasus tersebut tercatat berdasarkan data sejak 1 Oktober 2026. Namun, pada 4 Oktober dan 5 Oktober tidak ada kasus ISPA yang tercatat, sementara data untuk 6 Oktober belum direkap.

 

"Kalau mulai dari 1 Oktober itu ada sembilan kasus. Terus tanggal 2 Oktober ada 15 kasus, pada 3 Oktober ada 20 kasus. Lalu, pada 4 Oktober sampai 5 Oktober tidak ada kasus ISPA sama sekali. Khusus hari ini belum kita rekap," ujar Sri Elfira kepada wartawan.

 

Sri Elfira mengatakan, meski tidak ada kasus baru yang tercatat pada 4 Oktober dan 5 Oktober, peningkatan terlihat dalam periode 1-3 Oktober. Kasus tersebut ditemukan pada berbagai kelompok usia, termasuk kelompok rentan seperti balita dan lansia.

 

"Kalau dilihat dari 1 Oktober ke 3 Oktober memang ada peningkatan, dari sembilan menjadi 15, kemudian 20 kasus," katanya.

 

Puskesmas Simpang Tiga mengimbau masyarakat, khususnya kelompok rentan, membatasi aktivitas di luar rumah selama kabut asap masih terjadi. Kelompok yang menjadi perhatian antara lain balita, ibu hamil, dan lansia.

 

"Imbauan kami dari puskesmas agar seluruh warga, khususnya kelompok rentan, baik balita, ibu hamil, dan lansia, membatasi kegiatan dan aktivitas di luar rumah," jelasnya.

 

Jika aktivitas di luar rumah tidak dapat dihindari, maka masyarakat diminta menggunakan masker untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap.

 

Warga juga diingatkan memperhatikan kondisi kesehatan, terutama jika mengalami batuk, sesak napas, atau gangguan pernapasan lainnya.

 

Keluhan serupa dirasakan salah seorang warga, Nike. Ia mengatakan anaknya yang berusia 10 tahun dan duduk di kelas 5 sekolah dasar mengalami batuk disertai sesak di bagian dada.

 

Menurutnya, dokter menyebut kondisi tersebut bisa dipengaruhi oleh paparan kabut asap. Anaknya juga mengalami keluhan pada tenggorokan seperti terdapat lendir, terutama ketika batuk.

 

"Batuk, dadanya mulai sesak kalau sudah batuk. Dibilang dokter bisa jadi pengaruh karena asap," tambahnya.

 

Nike mengatakan keluhan batuk tersebut dapat muncul pada pagi, siang, maupun malam hari. Anaknya kemudian diberikan obat batuk dan vitamin.

 

Peningkatan kasus ISPA tersebut menjadi perhatian di tengah kondisi kabut asap yang menyelimuti Pekanbaru. Masyarakat, terutama kelompok rentan, diimbau mengurangi paparan asap dan segera memeriksakan diri apabila mengalami gangguan pernapasan.

×
Berita Terbaru Update