-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Pengiriman layar ponsel lipat diprediksi meningkat 44% sepanjang 2026 menjadi 29 juta unit

Senin, 26 Oktober 2026 | Oktober 26, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-25T18:32:25Z

 


Pengiriman layar ponsel lipat diprediksi meningkat 44% sepanjang 2026 menjadi 29 juta unit, setelah mengalami penurunan 12% pada tahun lalu. Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya minat terhadap ponsel lipat dengan layar bagian dalam yang lebih lebar atau wide foldable.

 

Berdasarkan proyeksi perusahaan riset pasar Omdia yang dikutip GSM Arena, Minggu(25/10/2026), angka tersebut mengacu pada pengiriman layar bagian dalam ponsel lipat, bukan jumlah perangkat yang dikirim ke pasar. Dengan demikian, jumlah layar yang dikirim tidak selalu sebanding langsung dengan jumlah ponsel lipat yang terjual karena terdapat jeda waktu antara pengiriman komponen dan produk akhir.

 

Salah satu tren utama pada 2026 adalah meningkatnya porsi layar untuk ponsel lipat berformat lebar. Omdia memperkirakan jenis layar ini akan menyumbang 44% dari total pengiriman layar ponsel lipat tahun ini.

 

Format tersebut berbeda dari ponsel lipat bergaya buku yang memiliki bentuk lebih persegi ketika dibuka serta ponsel lipat bergaya clamshell atau flip yang berukuran lebih kecil.

 

Pertumbuhan pasar wide foldable antara lain didorong oleh popularitas Samsung Galaxy Z Fold8 dan Apple iPhone Duo. Kedua perangkat tersebut menggunakan panel yang diproduksi Samsung Display.

 

Omdia memperkirakan Samsung Display akan menguasai 66% pangsa pasar pengiriman layar ponsel lipat pada 2026. Sementara itu, sejumlah produsen layar lain, seperti BOE, China Star, Tianma, dan Visionox, diperkirakan mengalami penurunan pangsa pasar.

 

Meski demikian, permintaan ponsel lipat di China saat ini dinilai masih lemah. Namun, semakin banyak produsen asal China yang tertarik memasuki segmen ponsel lipat berlayar lebar, sehingga persaingan di pasar tersebut diperkirakan semakin ketat.

 

Huawei sebelumnya menjadi salah satu pelopor format layar lipat lebar. Kini, produsen lain mulai mengikuti tren tersebut seiring potensi pertumbuhan pasar.

 

Dari sisi teknologi, sebagian besar layar ponsel lipat yang diproduksi pada 2026 diperkirakan menggunakan teknologi LTPO (low-temperature polycrystalline oxide). Teknologi ini memungkinkan pengaturan refresh rate secara lebih presisi dibandingkan LTPS (low-temperature polycrystalline silicon).

 

Meski biaya produksinya lebih tinggi, LTPO dinilai cocok untuk ponsel lipat yang berada di segmen harga premium. Pengaturan refresh rate yang lebih fleksibel juga menjadi salah satu keunggulan teknologi tersebut.

×
Berita Terbaru Update