Selebritas Amanda Manopo mengungkap pengalaman nyaris menjadi korban penipuan atau scam saat membeli tiket Indonesia World Padel Show (IWPS) 2027. Ia mengaku, sempat mentransfer Rp 10 juta untuk membeli dua tiket sebelum mengetahui adanya dugaan penipuan.
Pengalaman tersebut dibagikan Amanda Manopo dalam video yang diunggah ulang akun TikTok @gesiata, Sabtu (3/10/2026). Ia mengaku awalnya tertarik membeli tiket karena tiket IWPS 2027 yang diinginkannya sudah dinyatakan sold out di akun resmi.
"Seorang Amanda Manopo kena scam iya kan memang tidak pintar dia ini," ucap Amanda Manopo.
Amanda mengatakan dirinya memang berencana menyaksikan ajang padel tersebut pada 30 Januari 2027. Karena tiket di akun resmi sudah habis, ia kemudian mencari alternatif melalui media sosial.
"Jadi, aku itu beli tiket IWPS buat nonton padel pada 30 Januari 2027 dan di akun resminya sudah pada sold out," ujarnya.
Menurutnya, ia menemukan seseorang yang menawarkan tiket melalui kolom komentar. Orang tersebut, kata Amanda, memiliki tanda centang biru pada akunnya sehingga membuatnya percaya.
"Dan, akhirnya ada yang komentar salah satunya dan dia sudah ada centang birunya," bebernya.
Amanda Manopo kemudian menghubungi akun tersebut dan melakukan transaksi untuk dua tiket dengan harga Rp 10 juta. Ia mengaku langsung mengirimkan uang sesuai nominal yang diminta.
"Akhirnya aku hubungi dia, lalu aku langsung transaksi dan harga dua tiket itu Rp 10 juta," tuturnya.
Setelah transaksi, Amanda Manopo mengaku mulai merasa tidak tenang meski sudah menerima e-ticket. Ia kemudian melakukan pengecekan terhadap akun tersebut melalui berbagai media sosial.
"Semua sudah dikirim sama e-ticket-nya, dan segala macam, lalu aku perasaan aku tidak tenang dan dicek lah ke semua akun media sosial ternyata dia penipu sih Mas Iwan ini. Jadi, ya begitu lah guys," ungkapnya.
Istri Kevin Austin bersyukur persoalan tersebut tidak berujung pada kerugian Rp 10 juta. Menurutnya, pihak yang menerima uang tersebut menyatakan bersedia mengembalikan dana yang telah ditransfer.
"Puji Tuhan, orangnya ada niatan baik. Dia mau mengembalikan uangnya. Dia mau mengembalikan uang yang di mana mungkin banyak orang-orang yang sudah dirugikannya," tutupnya.