Pemerintah Amerika Serikat (AS) resmi mengambil alih 10 persen saham Intel senilai US$ 8,9 miliar sebagai bagian dari dorongan Presiden Donald Trump untuk memperkuat industri semikonduktor dalam negeri.
Trump menjelaskan kesepakatan ini terjadi setelah pertemuannya dengan CEO Intel, Lip-Bu Tan, di Gedung Putih. Ia menegaskan kesepakatan ini menguntungkan kedua pihak.
Merupakan kehormatan besar bagi saya untuk melaporkan bahwa Amerika Serikat kini sepenuhnya memiliki dan mengendalikan 10 persen saham Intel, sebuah perusahaan Amerika hebat yang memiliki masa depan lebih luar biasa,” kata Trump dalam unggahan di Truth Social, dikutip Sabtu (23/8/2025).Trump mengatakan langkah ini akan menjadi contoh untuk kesepakatan serupa dengan perusahaan AS lainnya di sektor strategis. Saham Intel (INTC) langsung melonjak 7% seusai pengumuman.
"Ini kesepakatan hebat bagi Amerika, dan juga kesepakatan hebat bagi Intel,” ujar Trump.
Pihak Intel menegaskan, kepemilikan pemerintah AS ini bersifat pasif, tanpa kursi dewan atau hak kendali langsung.
“Sebagai satu-satunya perusahaan semikonduktor yang melakukan riset dan produksi logika tingkat lanjut di AS, Intel berkomitmen memastikan teknologi paling canggih di dunia dibuat di Amerika,” kata Lip-Bu Tan dalam pernyataan resmi, dikutip dari CNN.
Saat ini, sebagian besar cip dunia diproduksi di Taiwan. Baik pemerintahan Trump maupun Biden sebelumnya sama-sama menempatkan produksi cip domestik sebagai prioritas keamanan nasional, mengingat peran vital semikonduktor pada mobil, iPhone, perangkat medis, hingga sistem persenjataan.