-->

Notification

×

Iklan

Iklan

banner 728x90

Indeks Berita

Gempa tektonik bermagnitudo (M) 7,1 yang mengguncang Melonguane, Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara (Sulut),

Minggu, 11 Januari 2026 | Januari 11, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-11T00:09:59Z

 


Gempa tektonik bermagnitudo (M) 7,1 yang mengguncang Melonguane, Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara (Sulut), Sabtu (10/1/2026) malam, dipicu oleh aktivitas deformasi batuan. Analisis geologi menunjukkan pergerakan batuan terjadi di dalam Lempeng Maluku pada kedalaman dangkal.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono menjelaskan, berdasarkan lokasi episentrumnya dan kedalamannya, guncangan ini merupakan jenis gempa bumi dangkal. Analisis mekanisme sumber menunjukkan adanya pergerakan batuan dengan kombinasi mendatar dan turun atau oblique normal.

Gempa M 7,1 Talaud Terasa hingga Ternate dan Warga Diminta Waspada

"Hasil analisis menunjukkan gempa ini akibat adanya aktivitas deformasi batuan dalam Lempeng Maluku," ujar Daryono dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (10/1/2026) malam.

Hingga pukul 22.20 WIB, sistem monitoring BMKG mencatat satu kali aktivitas gempa susulan (aftershock). Gempa susulan tersebut berkekuatan magnitudo 4,6 yang secara signifikan lebih kecil daripada guncangan utama.

Mekanisme pergerakan oblique normal pada kedalaman 17 kilometer ini dipastikan tidak memicu perubahan vertikal dasar laut secara masif. Oleh karena itu, BMKG menyatakan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami di wilayah pesisir sekitarnya.

Masyarakat diimbau tetap waspada, namun jangan terpengaruh oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai kenaikan air laut.

×
Berita Terbaru Update