-->

Notification

×

Iklan

Iklan

banner 728x90

Indeks Berita

KAI Commuter memberikan penjelasan resmi terkait insiden tragis yang melibatkan seorang pengguna kereta api di Stasiun Gondangdia

Kamis, 22 Januari 2026 | Januari 22, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-21T22:26:04Z

 KAI Commuter memberikan penjelasan resmi terkait insiden tragis yang melibatkan seorang pengguna kereta api di Stasiun Gondangdia pada Rabu (21/1/2026) sore. Berdasarkan hasil penelusuran sementara, pihak perusahaan menduga pengguna tersebut sengaja melompat ke area rel tepat saat rangkaian kereta api sedang melintas.



VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menyampaikan rasa prihatin dan menyayangkan peristiwa yang terjadi di area peron tersebut. Insiden ini diperkirakan terjadi sekitar pukul 17.50 WIB.  "Yang bersangkutan diduga melompat ke jalur rel saat perjalanan KA Gajayana akan melintas peron stasiun," ungkap Karina dalam keterangan resminya.

Kejadian bermula saat KA Gajayana relasi Malang-Gambir melaju melintasi Peron 1 Stasiun Gondangdia. Di saat yang bersamaan, petugas keamanan yang tengah berjaga melihat tindakan berbahaya dari salah satu pengguna kereta."Petugas Pengamanan Stasiun Gondangdia yang sedang berdinas di Peron 1 mendapati salah satu pengguna melakukan tindakan berbahaya dengan melompat ke rel saat kereta api jarak jauh melintas," tambah Karina.

Pihak KAI Commuter melalui petugas di lapangan langsung bergerak cepat menuju lokasi di ujung Peron 1 untuk melakukan evakuasi. Korban sempat dibawa ke Pos Kesehatan Stasiun untuk pemeriksaan awal sebelum akhirnya dilarikan ke fasilitas medis terdekat.

"Pengguna mengalami luka serius dan sudah dilarikan ke Rumah Sakit PGI Cikini untuk dilakukan pertolongan," jelas Karina. Sayangnya, nyawa korban tidak tertolong akibat luka yang dideritanya.

Menanggapi peristiwa memilukan ini, manajemen terus mengingatkan masyarakat akan pentingnya mematuhi aturan keamanan di area stasiun demi keselamatan bersama.  KAI Commuter juga mengimbau kepada seluruh pengguna untuk selalu mengutamakan keselamatan dan ketertiban. 

“Tidak berdiri melewati garis aman saat menunggu perjalanan kereta di peron,” pungkas Karina.

Bantuan Bunuh Diri 

Bunuh diri bisa terjadi saat seseorang mengalami depresi dan tak ada orang yang membantu.  Jika Anda memiliki permasalahan yang sama, jangan menyerah dan memutuskan mengakhiri hidup. Layanan konseling bisa menjadi pilihan Anda untuk meringankan keresahan yang ada.

Untuk mendapatkan layanan kesehatan jiwa atau untuk mendapatkan berbagai alternatif layanan konseling, Anda bisa simak website Into the Light Indonesia di bawah ini:

https://www.intothelightid.org/tentang-bunuh-diri/hotline-dan-konseling

×
Berita Terbaru Update