-->

Notification

×

Iklan

Iklan

banner 728x90

Indeks Berita

Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono menjelaskan, pesawat terbang dalam kondisi masih dapat dikendalikan pilot. Namun, akhirnya menabrak lereng gunung

Senin, 19 Januari 2026 | Januari 19, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-18T21:12:43Z


 


Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono menjelaskan, pesawat terbang dalam kondisi masih dapat dikendalikan pilot. Namun, akhirnya menabrak lereng gunung sehingga badan pesawat hancur dan terhambur menjadi serpihan.

 “Kita namakan CFIT. Pesawat menabrak bukit atau lereng gunung sehingga terjadi benturan keras dan pesawat pecah menjadi serpihan,” katanya kepada wartawan di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, Minggu (18/1/2026).

Menurut Soerjanto, insiden tersebut bukan akibat tindakan disengaja. Pesawat masih berada dalam kendali pilot, tetapi karena jarak yang sudah sangat dekat dengan lereng gunung, benturan tidak dapat dihindari.

“Pesawatnya masih bisa dikontrol oleh pilot, tetapi menabrak. Bukan sengaja menabrak karena sesuatu hal, akhirnya terjadi benturan dengan bukit atau gunung,” ujarnya.

Benturan keras dengan medan pegunungan diduga membuat badan pesawat menghantam permukaan keras hingga pecah berhamburan. Serpihan-serpihan inilah yang kemudian ditemukan oleh tim SAR gabungan dalam operasi pencarian.

Meski telah mengklasifikasikan kejadian ini sebagai CFIT, KNKT menegaskan penyelidikan masih terus berlangsung. Soerjanto menolak berspekulasi soal kemungkinan kelalaian manusia maupun faktor teknis sebelum investigasi tuntas. “Penyebab pastinya masih kami selidiki. Kami belum bisa menyimpulkan ada atau tidaknya kelalaian,” tegasnya.

Sebelumnya, pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta-Makassar dilaporkan hilang kontak pada Sabtu (17/1/2026) siang saat akan mendarat di Bandara Hasanuddin. Pesawat tersebut mengangkut 10 orang, terdiri dari 7 kru dan 3 penumpang.

Tiga penumpang diketahui merupakan pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), yakni Ferry Irawan, Deden Mulyana, dan Yoga Naufal. Sementara pilot pesawat adalah Captain Andi Dahananto.

Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono menyampaikan rasa duka dan keprihatinan mendalam atas insiden tersebut. “Kami sangat sedih dan prihatin, serta mendoakan yang terbaik bagi penumpang dan kru,” ujarnya.

Hingga kini, tim SAR gabungan telah menemukan sejumlah serpihan pesawat serta satu jenazah korban yang masih dalam proses identifikasi. Proses evakuasi masih menghadapi kendala cuaca buruk dan medan ekstrem di kawasan Gunung Bulusaraung.

×
Berita Terbaru Update