-->

Notification

×

Iklan

Iklan

banner 728x90

Indeks Berita

Warga pesisir Pantai Malaka, Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), digegerkan oleh penemuan sesosok mayat perempuan

Senin, 19 Januari 2026 | Januari 19, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-18T21:32:27Z

Warga pesisir Pantai Malaka, Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), digegerkan oleh penemuan sesosok mayat perempuan dalam kondisi mengenaskan, Minggu (18/1/2026).





Jenazah ditemukan di tepi pantai dengan kondisi tubuh membengkak, sebagian rusak parah, serta tangan kiri tidak ditemukan. Penemuan tersebut pertama kali diketahui warga yang beraktivitas di sekitar pantai.

Aparat kepolisian dari Polsek Pemenang, dibantu tim SAR dan Satpolairud Polres Lombok Utara, segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta melakukan identifikasi awal. Selanjutnya, jenazah dievakuasi ke RS Bhayangkara Mataram untuk dilakukan autopsi.

Seorang warga setempat, Anwar, mengatakan penemuan mayat ini berawal dari keresahan warga dan pedagang pantai yang sebelumnya mendengar kabar adanya orang hilang. Menurutnya, keluarga korban diketahui sudah beberapa hari mendatangi kawasan Pantai Malaka dan Teluk Nare untuk melakukan pencarian. “Temannya tadi ada di sini, nangis. Katanya perempuan, dilihat dari gelangnya,” ujar Anwar.

Warga menduga korban merupakan perempuan asal Surabaya, Jawa Timur, setelah sejumlah orang yang disebut keluarga dan teman korban terlihat berada di lokasi. Namun, hingga kini, polisi belum mengonfirmasi identitas korban secara resmi.

Anwar juga mengungkapkan kondisi jenazah saat ditemukan sangat memprihatinkan. Selain kehilangan tangan kiri, kondisi kulit korban disebut sudah rusak dan tubuh dalam keadaan membesar. Saat ditemukan, korban masih mengenakan pakaian dalam, sedangkan sebuah bra ditemukan sekitar 10 meter dari lokasi.

Untuk mendalami kasus ini, Polda NTB menurunkan dua ekor anjing pelacak (K9) guna membantu penyelidikan dan menelusuri kemungkinan adanya unsur tindak pidana atau penyebab lain, seperti kecelakaan atau faktor alam.

Aparat juga melakukan sterilisasi area pantai guna menghindari kerumunan warga dan menjaga penyelidikan. Autopsi di RS Bhayangkara Mataram diharapkan dapat mengungkap penyebab kematian, perkiraan waktu meninggal, serta memastikan identitas korban secara forensik.

Hingga berita ini diturunkan, kepolisian masih menunggu hasil autopsi sebelum memberikan keterangan resmi terkait kronologi dan identitas korban. Aparat mengimbau masyarakat yang memiliki informasi relevan agar segera melapor guna membantu proses penyelidikan.

                                                                 

×
Berita Terbaru Update