KA Gajayana melaju dari arah timur ke barat dan telah
meninggalkan Stasiun Prembun menuju Stasiun Kutowinangun. Kereta melintas jalur
tersebut sekitar pukul 21.32 WIB dengan kecepatan operasional.
Pada waktu yang hampir bersamaan, sebuah truk tronton tanpa
muatan melintas di Jalan Nasional Kebumen-Yogyakarta. Kendaraan berat bernomor
polisi L 8861 UC itu kemudian memasuki perlintasan jalan langsung (PJL) yang
berpotongan dengan jalur rel aktif.Saat kereta mendekati perlintasan, truk
tronton tetap melaju dan menerobos PJL. Jarak yang sudah terlalu dekat membuat
tabrakan tidak terelakkan. Lokomotif KA Gajayana menghantam bagian depan truk
dengan keras.
Benturan tersebut mengakibatkan kabin truk ringsek total.
Kendaraan itu kemudian terpental dan tercebur ke sungai yang berada di sisi
jalur rel. Sopir truk meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara dua korban
lainnya mengalami luka-luka dan segera dievakuasi ke rumah sakit terdekat.
Berdasarkan rekaman siaran langsung warga di media sosial
TikTok akun @wishnow, dampak tabrakan juga merusak fasilitas perlintasan. Pos
PJL di lokasi kejadian hancur, dan satu unit sepeda motor milik petugas PJL
yang berada di sekitar perlintasan turut mengalami kerusakan parah.
Kereta sempat berhenti di lokasi kejadian untuk dilakukan
berhenti luar biasa guna pengecekan kondisi lokomotif dan rangkaian. Setelah
dipastikan aman, KA Gajayana kembali melanjutkan perjalanan menuju Stasiun
Gambir, Jakarta.
Sementara itu, aparat kepolisian memasang garis polisi untuk
mengamankan lokasi. Proses evakuasi truk tronton dari sungai dilakukan secara
bertahap dengan melibatkan petugas gabungan, mengingat posisi kendaraan berada
dekat jalur rel aktif.
Hingga proses evakuasi berlangsung, petugas masih melakukan
penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan.
