Memasuki tahun pertama masa jabatan keduanya, Presiden
Amerika Serikat Donald Trump telah menggebrak tatanan domestik dan global
dengan kebijakan yang agresif. Sejak pelantikannya pada 20 Januari 2025 di
Capitol Hill, Trump menegaskan bahwa "zaman keemasan Amerika" telah
dimulai dengan prinsip utama, America first.
"Zaman keemasan Amerika dimulai hari ini. Mulai hari
ini dan seterusnya, negara kita akan kembali makmur dan dihormati di seluruh
dunia," ujar Trump dalam pidato pelantikannya.
Tidak membuang waktu, Trump menandatangani sekitar 200
dokumen termasuk perintah eksekutif dan memorandum hanya pada hari pertama.
Menurut data American Presidency Project, total tindakan eksekutif Trump
sepanjang 2025 mencapai 229 perintah eksekutif, melampaui catatan masa jabatan
pertamanya sendiri maupun pemerintahan Biden sebelumnya.
Joseph Grogan, mantan direktur Dewan Kebijakan Dalam Negeri
AS, menilai kecepatan ini luar biasa. "Pemerintahan Trump memulai dengan
sangat baik. Mereka menetapkan kecepatan aksi yang luar biasa di setiap
bidang," ujarnya.
Restrukturisasi dan Imigrasi Ketat
Di dalam negeri, Trump melakukan perampingan besar-besaran.
Sekitar 300.000 pegawai negeri sipil diberhentikan seiring penutupan berbagai
lembaga federal. Di sektor energi, subsidi untuk energi terbarukan dipangkas
demi menggenjot produksi minyak dan gas.
Namun, fokus paling tajam tertuju pada imigrasi. Dengan
anggaran mencapai US$ 170 miliar, pemerintah menargetkan deportasi satu juta
imigran per tahun. Berdasarkan data Departemen Keamanan Dalam Negeri per
Desember 2025, lebih dari 605.000 orang telah dideportasi, sementara 1,9 juta
lainnya meninggalkan AS secara sukarela.