-->

Notification

×

Iklan

Iklan

banner 728x90

Indeks Berita

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marco Rubio menyatakan pemerintahan AS di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump siap mengambil tindakan militer baru

Kamis, 29 Januari 2026 | Januari 29, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-28T20:45:58Z

 


Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marco Rubio menyatakan pemerintahan AS di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump siap mengambil tindakan militer baru terhadap Venezuela. Langkah ini akan diambil jika kepemimpinan sementara negara itu menyimpang dari harapan AS.

 

Dalam kesaksian yang telah disiapkan untuk sidang di hadapan Komite Hubungan Luar Negeri Senat, Rubio mengatakan AS tidak sedang berperang dengan Venezuela, namun para pemimpin sementara negara itu tengah bekerja sama.

Meski demikian, pemerintahan Trump tidak akan mengesampingkan pilihan untuk penggunaan kekuatan keras seperti pengerahan militer tambahan jika diperlukan setelah serangan untuk menangkap mantan Presiden Nicolás Maduro pada awal Januari 2026.

“Kami siap menggunakan kekuatan untuk memastikan kerja sama maksimal jika metode lain gagal. Kami berharap opsi itu tidak akan diperlukan, tetapi kami tidak akan pernah menghindar dari tugas kami kepada rakyat Amerika dan misi kami di dunia ini,” ungkap Rubio, dalam keterangan resmi yang dirilis oleh Departemen Luar Negeri AS, dilansir dari AP, Rabu (28/1/2026).

Dalam sidang yang berfokus pada Venezuela, Rubio membela keputusan Trump untuk  mencopot Nicolas Maduro dari jabatannya untuk menghadapi tuduhan perdagangan narkoba di AS, melanjutkan serangan militer terhadap kapal-kapal yang dicurigai menyelundupkan narkoba, dan menyita kapal tanker minyak Venezuela yang dikenai sanksi.

Dia juga menolak tuduhan yang menyebut orang nomor di AS itu telah melanggar konstitusi dengan melancarkan aksinya terhadap Venezuela tersebut.

“Tidak ada perang melawan Venezuela, dan kami tidak menduduki negara itu. Tidak ada pasukan AS di lapangan. Ini adalah operasi untuk membantu penegakan hukum,” tutup Rubio.

×
Berita Terbaru Update