-->

Notification

×

Iklan

Iklan

banner 728x90

Indeks Berita

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut tidak terjadi lonjakan laporan penipuan sektor keuangan selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Sabtu, 10 Januari 2026 | Januari 10, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-09T18:48:46Z

 


Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut tidak terjadi lonjakan laporan penipuan sektor keuangan selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi menyebutkan jumlah pengaduan justru lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Menurut Friderica, laporan penipuan yang masuk sepanjang masa Natal dan Tahun Baru berada di bawah catatan tahun 2024. Kondisi tersebut terlihat jelas terutama pada pekan terakhir Desember 2025.

 “Tidak ada peningkatan laporan penipuan selama periode Nataru ini dibandingkan tahun 2024, khususnya pada rentang waktu minggu terakhir, yaitu 24 sampai dengan 31 Desember 2025,” ujar Friderica dilansir dari Antara, Jumat (9/1/2026).

Berdasarkan data OJK, jumlah laporan penipuan tercatat sebanyak 373.129 laporan hingga 30 November 2025 dan meningkat menjadi sekitar 411.000 laporan per 23 Desember 2025. Artinya, terdapat penambahan sekitar 37.900 laporan dengan rata-rata 1.600 laporan per hari.

Sementara itu, hingga 31 Desember 2025, total laporan penipuan mencapai 418.462 laporan. Angka tersebut menunjukkan adanya tambahan sekitar 7.407 laporan atau rata-rata 1.900 laporan per hari selama periode 24–31 Desember 2025.

Dalam periode tersebut, Friderica mengungkapkan modus penipuan yang paling banyak dilaporkan berkaitan dengan transaksi belanja secara daring, seiring maraknya iklan maupun penawaran diskon tiket. Selain itu, modus lain yang juga sering muncul meliputi fakecall serta penipuan melalui pesan singkat.

“Salah satu contohnya adalah penipuan berupa tilang elektronik yang banyak dikirimkan melalui SMS. Kami sendiri juga menerima banyak SMS penipuan, dan saya yakin rekan-rekan juga mengalaminya. Ini merupakan modus baru yang terlihat sangat marak pada akhir tahun lalu,” kata Friderica yang akrab disapa Kiki.

 

 

×
Berita Terbaru Update