-->

Notification

×

Iklan

Iklan

banner 728x90

Indeks Berita

Tim SAR Gabungan secara resmi menghentikan operasi pencarian korban kecelakaan laut KM Putri Sakinah yang tenggelam pada 26 Desember 2025

Sabtu, 10 Januari 2026 | Januari 10, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-09T19:11:58Z

 


Tim SAR Gabungan secara resmi menghentikan operasi pencarian korban kecelakaan laut KM Putri Sakinah yang tenggelam pada 26 Desember 2025. Penutupan pencarian terhadap satu warga negara Spanyol tersebut dilakukan melalui upacara resmi yang dipimpin Bupati Manggarai Barat, Edi Stasius Endi, di Pelabuhan Marina Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Jumat (9/1/2026), pukul 15.00 Wita.

Menanggapi penutupan operasi SAR tersebut, pegiat pariwisata Labuan Bajo, Mateus Siagian, mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama memulihkan kepercayaan publik terhadap pariwisata Labuan Bajo, sekaligus menjadikan tragedi ini sebagai momentum pembenahan menyeluruh.

Mateus terlebih dahulu menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban. Ia menegaskan, duka yang dirasakan bukan hanya milik keluarga, tetapi juga masyarakat Labuan Bajo secara keseluruhan.

 “Kehilangan orang tercinta dalam peristiwa seperti ini meninggalkan luka yang sangat dalam. Rasa duka itu juga kami rasakan sebagai sesama manusia,” ujarnya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat sejak hari pertama pencarian, mulai dari Basarnas, TNI, Polri, Pemerintah Daerah Manggarai Barat, nelayan, masyarakat sekitar, hingga insan media.

“Semua telah mencurahkan tenaga, waktu, dan empati, tidak hanya untuk menemukan korban, tetapi juga untuk menguatkan keluarga yang ditinggalkan,” kata Mateus

Setelah lebih dari dua pekan, kawasan Taman Nasional Komodo kembali dibuka dan pencarian korban dinyatakan selesai. Meski demikian, Mateus berharap keajaiban tetap menyertai setiap orang yang melintas di perairan tersebut.

“Kini harapan hanya bisa kita serahkan kepada Tuhan. Semoga siapa pun yang beraktivitas di perairan Taman Nasional Komodo selalu diberi mata dan hati yang peka, barangkali keajaiban itu masih ada,” tuturnya.

Ia menilai peristiwa ini meninggalkan dampak emosional yang kuat bagi masyarakat. Menurutnya, simpati warga Labuan Bajo mengalir tanpa henti dan mencerminkan kuatnya rasa kemanusiaan.

“Labuan Bajo bukan sekadar destinasi wisata. Ia adalah komunitas yang memiliki empati dan kepedulian,” ujarnya.

Namun, di balik duka, Mateus menegaskan adanya tanggung jawab moral untuk memastikan keselamatan wisatawan di masa depan.

 “Ribuan bahkan ratusan ribu orang mempercayakan keselamatan mereka saat berwisata ke Labuan Bajo. Ini bukan hanya soal citra atau ekonomi, tetapi soal tanggung jawab moral agar tragedi serupa tidak terulang,” tegasnya.

Bahkan dirinya berharap Pemerintah Daerah Manggarai Barat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap insiden tersebut, mulai dari proses keberangkatan kapal hingga penyebab tenggelamnya.

“Semua harus dikaji secara detail. Jika diperlukan, buat aturan baru yang lebih tegas dan berpihak pada keselamatan, tidak hanya untuk wisata laut, tetapi juga wisata darat, air terjun, dan kawasan hutan,” katanya.

Mateus juga mengajak seluruh pihak memanfaatkan momentum awal 2026 sebagai titik kebangkitan pariwisata Labuan Bajo.

 “Mari kita bangun kembali citra positif Labuan Bajo dengan fondasi utama keamanan dan keselamatan,” ucapnya.

Ia menekankan pentingnya peningkatan standar keselamatan, termasuk penghentian praktik-praktik tidak bertanggung jawab seperti pelanggaran prosedur dan penggantian kapal yang tidak sesuai aturan.

“Inspeksi kapal harus dilakukan secara serius, tanpa kompromi. Awak kapal perlu pelatihan keselamatan yang memadai. Gunakan momen duka ini untuk berbenah dengan jujur dan terbuka,” ujarnya.

Menurut Mateus, Labuan Bajo layak menyandang predikat destinasi super premium, bukan hanya karena keindahan alamnya, tetapi juga karena komitmen melindungi setiap nyawa yang berkunjung.

Sementara itu, Bupati Manggarai Barat Edi Stasius Endi menyampaikan apresiasi kepada Tim SAR Gabungan atas kerja keras selama proses pencarian.

“Pencarian korban bukanlah tugas yang mudah karena harus menghadapi arus dan gelombang di perairan Labuan Bajo. Namun Tim SAR Gabungan berhasil menemukan tiga dari empat korban. Atas nama pribadi dan pemerintah daerah, saya turut berduka cita sedalam-dalamnya kepada keluarga korban,” ungkapnya.

×
Berita Terbaru Update