Perum Bulog mencatat realisasi distribusi jagung melalui
Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sepanjang 2025 mencapai 51.211
ton.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menjelaskan,
distribusi SPHP jagung dilakukan menyusul meningkatnya harga jagung di tingkat
peternak. Penyaluran tersebut dilakukan untuk meredam kenaikan harga jagung di
pasar, khususnya untuk kebutuhan pakan ternak.
“Ini karena kemarin harga jagung sempat agak naik di
pasaran, khususnya untuk pakan ternak,” kata Rizal dilansir dari Antara, Jumat
(2/1/2026).
Ia menambahkan, penyaluran jagung SPHP dilakukan berdasarkan
arahan Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi
Amran Sulaiman serta Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan.
“Bulog diperintahkan untuk menyalurkan SPHP jagung supaya
para peternak bisa membeli jagung-jagung untuk pakan ternak lebih murah,” ujar
Rizal.
Selain jagung, Bulog juga merealisasikan penyaluran beras
SPHP sepanjang 2025 sebesar 802.939 ton.
“Penyaluran SPHP beras total di tahun 2025 ini adalah
802.939 ton. Penyaluran SPHP ini khusus di tahun ini agak berbeda. Kalau dahulu
penyaluran SPHP langsung diserahkan ke grosir sehingga capaiannya lebih besar,
sekarang langsung ke kios pengecer,” jelasnya.
Sebelumnya, pada September 2025, Perum Bulog menyatakan
kesiapan menyalurkan 52.400 ton jagung pakan melalui program SPHP sesuai
penugasan pemerintah melalui Bapanas. Penyaluran tersebut dilakukan melalui
koperasi dan asosiasi yang telah ditetapkan.
Penugasan tersebut tertuang dalam surat Kepala Bapanas Nomor
262/TS.02.02/K/9/2025 tertanggal 23 September 2025. Jagung SPHP disalurkan
kepada 2.109 peternak ayam ras petelur mandiri dengan harga Rp 5.500 per
kilogram di tingkat peternak.
Dalam perhitungan Bapanas, apabila SPHP jagung tahap kedua
digelontorkan dengan stok cadangan jagung pemerintah (CJP) sebanyak 42.000 ton,
maka dibutuhkan anggaran sekitar Rp 63,1 miliar.