-->

Notification

×

Iklan

Iklan

banner 728x90

Indeks Berita

Perum Bulog mencatat realisasi distribusi jagung melalui Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sepanjang 2025 mencapai 51.211 ton

Sabtu, 03 Januari 2026 | Januari 03, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-02T17:32:05Z

 


Perum Bulog mencatat realisasi distribusi jagung melalui Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sepanjang 2025 mencapai 51.211 ton.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menjelaskan, distribusi SPHP jagung dilakukan menyusul meningkatnya harga jagung di tingkat peternak. Penyaluran tersebut dilakukan untuk meredam kenaikan harga jagung di pasar, khususnya untuk kebutuhan pakan ternak.

“Ini karena kemarin harga jagung sempat agak naik di pasaran, khususnya untuk pakan ternak,” kata Rizal dilansir dari Antara, Jumat (2/1/2026).

Ia menambahkan, penyaluran jagung SPHP dilakukan berdasarkan arahan Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman serta Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan.

“Bulog diperintahkan untuk menyalurkan SPHP jagung supaya para peternak bisa membeli jagung-jagung untuk pakan ternak lebih murah,” ujar Rizal.

Selain jagung, Bulog juga merealisasikan penyaluran beras SPHP sepanjang 2025 sebesar 802.939 ton.

“Penyaluran SPHP beras total di tahun 2025 ini adalah 802.939 ton. Penyaluran SPHP ini khusus di tahun ini agak berbeda. Kalau dahulu penyaluran SPHP langsung diserahkan ke grosir sehingga capaiannya lebih besar, sekarang langsung ke kios pengecer,” jelasnya.

Sebelumnya, pada September 2025, Perum Bulog menyatakan kesiapan menyalurkan 52.400 ton jagung pakan melalui program SPHP sesuai penugasan pemerintah melalui Bapanas. Penyaluran tersebut dilakukan melalui koperasi dan asosiasi yang telah ditetapkan.

Penugasan tersebut tertuang dalam surat Kepala Bapanas Nomor 262/TS.02.02/K/9/2025 tertanggal 23 September 2025. Jagung SPHP disalurkan kepada 2.109 peternak ayam ras petelur mandiri dengan harga Rp 5.500 per kilogram di tingkat peternak.

Dalam perhitungan Bapanas, apabila SPHP jagung tahap kedua digelontorkan dengan stok cadangan jagung pemerintah (CJP) sebanyak 42.000 ton, maka dibutuhkan anggaran sekitar Rp 63,1 miliar.

×
Berita Terbaru Update