-->

Notification

×

Iklan

Iklan

banner 728x90

Indeks Berita

PT Indonesia Air Transport (IAT) mengklarifikasi jumlah kru pesawat udara jenis ATR 42-500 yang hilang kontak di Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel) saat penerbangan menuju Makassar

Minggu, 18 Januari 2026 | Januari 18, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-17T20:43:24Z

 


PT Indonesia Air Transport (IAT) mengklarifikasi jumlah kru pesawat udara jenis ATR 42-500 yang hilang kontak di Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel) saat penerbangan menuju Makassar dari Yogyakarta, Sabtu (17/1/2026).

Direktur Utama PT Indonesia Air Transport (IAT) Tri Adi Wibowo menegaskan, kru pesawat berjumlah tujuh orang, bukan delapan orang seperti kabar yang beredar sebelumnya.

"Jadi ada yang beredar ada delapan, kami sampaikan hanya tujuh orang saja. demikian," kata Adi di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Sabtu (17/1/2026). “Ketujuh kru itu yakni Kapten Andi Dananto, Muhammad Fahlan Gunawan, Risto Adi, Timur Diono, serta dua awak kabin Lorenzia Lolita dan Esther Apralia, serta satu kru lainnya,” tambah Adi sembari menunggu hasil pencarian dan verifikasi lanjutan dari tim berwenang.

Selain itu ada juga tiga pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang berada di dalam pesawat ATR 42-500 PK-THT milik Indonesia Air Transport (IAT). Ketiga pegawai KKP tersebut tengah menjalankan misi pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan melalui udara di wilayah pengelolaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Tiga pegawai KKP yang berada di dalam pesawat tersebut adalah Ferry Irawan, berpangkat penata muda tingkat I dengan jabatan analis kapal pengawas, Deden Mulyana, berpangkat penata muda tingkat I dengan jabatan pengelola badan milik negara serta Yoga Noval, yang bertugas sebagai operator foto udara.

Pihak IAT, lanjutnya, turut menyampaikan keprihatinan dan terus memantau perkembangan proses pencarian.

 “Kami menunggu proses pencarian oleh Basarnas, KNKT, dan Kementerian Perhubungan. Tim kami juga sudah meluncur ke Makassar untuk terlibat langsung dalam proses tersebut,” kata Adi.

Terkait penyebab insiden, baik KKP maupun pihak operator menegaskan sepenuhnya menyerahkan penanganan kepada Basarnas, KNKT, dan Kementerian Perhubungan. Hingga berita ini diturunkan, operasi pencarian pesawat PK-THT masih terus berlangsung.

×
Berita Terbaru Update