-->

Notification

×

Iklan

Iklan

banner 728x90

Indeks Berita

PT Pertamina melalui unit usahanya yakni PT Pertamina EP (PEP) menemukan sumur minyak baru di area Adera Field, Sumatera Selatan

Rabu, 07 Januari 2026 | Januari 07, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-06T18:44:19Z

 


PT Pertamina melalui unit usahanya yakni PT Pertamina EP (PEP) menemukan sumur minyak baru di area Adera Field, Sumatera Selatan. Adapun, potensi minyak yang dapat dihasilkan mencapai 3.442 barel minyak per hari (BOPD).

General Manager Pertamina EP Zona 4 Djudjuwanto mengungkapkan, hal ini diketahui berdasarkan pengujian sumur ABB-143 (U1) secara teknis, yang menunjukkan kemampuan produksi sebesar 3.442 BOPD.

"Sumur ABB-143 (U1) diharapkan dapat memberikan tambahan produksi,” ujar General Manager Pertamina EP Zona 4 Djudjuwanto dalam keterangannya, Selasa (6/1/2026).

Djudjuwanto juga menyampaikan penemuan sumur minyak baru ini merupakan hasil dari integrasi data seismik 3D Abab yang diakuisisi pada tahun 2023. Pendekatan baru ini diperoleh dari studi Tim Geologi, Geofisika, Reservoir, dan Produksi (GGRP) PEP Adera Field.

Melalui analisis data seismik yang lebih detail, tim dapat memetakan arah dan sebaran lapisan reservoir dengan lebih akurat. Dengan begitu, peluang keberhasilan pengeboran semakin besar.

Djudjuwanto menyampaikan penemuan sumur baru ini menjadi suntikan bagi PEP Adera Field dalam meningkatkan produksi migas di tahun 2026. Penemuan ini juga mendorong perwujudan target lifting 1 juta barel per hari yang ditetapkan pemerintah.

"Inovasi teknologi dan penerapan pendekatan-pendekatan baru mendorong kinerja PEP dalam mewujudkan ketahanan energi nasional," ucap Djudjuwanto.

Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron mengatakan Pertamina berkomitmen mengakselerasi swasembada energi nasional sesuai dengan Asta Cita Pemerintah dengan mengedepankan program prioritas di sektor hulu migas.

"Pertamina mengalokasikan capex yang besar di sektor hulu untuk mendorong pengeboran masif dan inovatif sehingga berdampak signifikan pada penemuan dan sekaligus peningkatan produksi migas nasional," ujar Baron.

×
Berita Terbaru Update