Sebanyak 36 pertandingan telah digelar pada babak grup Piala
Afrika 2025. Dari rangkaian laga tersebut tercipta total 87 gol, sementara
delapan tim harus angkat koper lebih awal dari turnamen.
Kini, kompetisi memasuki fase krusial dengan 16 pertandingan
tersisa sebelum juara Piala Afrika 2025 ditentukan pada 18 Januari mendatang.
Babak 16 besar dijadwalkan mulai bergulir pada Sabtu (3/1/2026).
Sejumlah pemain tampil mencolok sepanjang fase grup dan
menjadi pembeda bagi tim masing-masing. Berikut lima pemain yang paling
berprestasi di babak grup Piala Afrika 2025.
Brahim Diaz
Brahim Diaz menjadi salah satu sorotan utama. Gelandang Real
Madrid itu tampil gemilang bersama Maroko dengan mencetak gol di setiap
pertandingan fase grup. Pergerakannya yang lincah dan agresif kerap merepotkan
lini belakang lawan, sekaligus membuka ruang bagi rekan setimnya. Lebih dari
sekadar pencetak gol, Brahim Diaz juga berperan besar dalam membangun serangan.
Maroko akan sangat bergantung pada konsistensi pemain berusia 26 tahun ini
dalam upaya meraih gelar di turnamen yang digelar di kandang sendiri.
Ayoub El Kaabi
Ayoub El Kaabi kembali menunjukkan insting golnya yang
tajam. Striker Maroko berusia 32 tahun ini dikenal dengan gol-gol
spektakulernya, termasuk lewat tendangan salto yang kerap ia tunjukkan bersama
Olympiakos. Meski tidak tampil sejak laga pembuka, El Kaabi langsung memberi
dampak besar dan mencetak tiga gol dari tiga pertandingan. Catatan tersebut
membuatnya memimpin daftar pencetak gol bersama
Brahim Diaz dan Riyad Mahrez.
Ibrahim Maza
Dari kubu Aljazair, Ibrahim Maza mencuri perhatian. Pemain
muda Bayer Leverkusen berusia 20 tahun ini memilih membela Aljazair setelah
sebelumnya membela Jerman pada level junior. Gaya bermainnya yang dinamis, visi
umpan yang baik, serta keberaniannya menusuk pertahanan lawan membuatnya cepat
menjadi idola baru pendukung Aljazair. Golnya ke gawang Guinea Khatulistiwa
pada akhir laga babak grup semakin mengukuhkan statusnya sebagai bintang masa
depan.
Victor Osimhen
Victor Osimhen tetap menjadi ancaman utama Nigeria. Meski
kerap membuang peluang, peran penyerang berusia 27 tahun ini tidak bisa
diremehkan. Pergerakannya membuat bek lawan terus tertekan dan membuka ruang
bagi pemain lain, termasuk Ademola Lookman. Kontribusinya secara keseluruhan
menjadikan Osimhen sosok penting dalam ambisi Nigeria meraih gelar Piala
Afrika.
Sadio Mane juga membuktikan dirinya belum habis. Di tengah
banyaknya talenta muda Senegal, Mane yang kini berusia 33 tahun tetap tampil
sebagai figur inspiratif. Ini merupakan Piala Afrika keenam baginya, dan
perannya di sisi kiri serangan Singa Teranga masih sangat vital. Pengalaman,
kepemimpinan, serta kontribusinya di lapangan menjadi modal penting Senegal
menghadapi fase gugur.
Dengan babak 16 besar yang segera dimulai, performa para
pemain ini akan kembali diuji. Mereka berpotensi menjadi penentu perjalanan
timnya masing-masing dalam perburuan gelar juara Piala Afrika 2025.