Dharma Wiratama, 27 Januari 2026.
Komandan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Danseskoal) Laksamana Muda TNI Ariantyo Condrowibowo melaksanakan salat gaib dan doa bersama dalam rangka mendoakan 23 prajurit Marinir TNI Angkatan Laut yang menjadi korban bencana longsor di kawasan Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Kegiatan salat gaib dan doa bersama diikuti Pejabat Utama (PJU) Seskoal, Perwira, Bintara, Tamtama, Pegawai Negeri Sipil (PNS), dan jamaah sekitar Seskoal, bagi yang beragama Islam dilaksanakan di masjid Nurul Iman, sedangkan yang beragama Kristen dilaksanakan di gereja Arthur Solang Seskoal, Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (27/01/2026).
Prajurit Marinir berada di Cisarua yang menjadi korban bencana longsor sedang melaksanakan latihan pratugas untuk pengamanan perbatasan Indonesia-Papua Nugini. Upaya pencarian terus dilaksanakan dengan menerjunkan 200 prajurit Marinir, menggunakan teknologi drone, termal, dan anjing pelacak.
Selesai salat gaib dan doa bersama, Danseskoal menyampaikan “Turut berbelasungkawa yang mendalam atas gugurnya 23 prajurit Marinir TNI Angkatan Laut akibat bencana longsor di Cisarua, Bandung Barat. Semoga para korban diampuni dosa-dosanya, diterima amal baiknya, dan ditempatkan yang terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagai syuhada yang membela tanah air, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan”.
