Basarnas memastikan jenazah pilot pesawat milik operator PT
Pelita Air Service yang dilaporkan jatuh di wilayah perbukitan Krayan,
Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, berhasil dievakuasi.
"Ya jarak pos atau unit Basarnas cukup jauh dengan
lokasi jatuhnya pesawat, namun berkat bantuan potensi SAR, pesawat sekaligus
pilot dapat ditemukan," kata Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas,
Edy Prakoso yang dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.
Dia mengungkapkan bahwa pilot bernama Capt. Hendrick
Lodewyck Adam ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di lokasi jatuhnya
pesawat, dan langsung dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk penanganan
lebih lanjut, yakni ke Rumah Sakit (RS) Long Bawan, sore ini.
"Pada pukul 15.20 Wita, jenazah pilot dibawa ke RS
Pratama Long Bawan di Nunukan," kata dia.
Basarnas menyatakan proses selanjutnya akan dikoordinasikan
dengan otoritas terkait untuk penanganan lebih lanjut serta investigasi
penyebab kecelakaan.
Kantor SAR Tarakan sebelumnya melaporkan Pesawat jenis Air
Tractor AT-802 dengan registrasi PK-PAA dan nomor penerbangan PAS7101 tersebut
dilaporkan hilang kontak setelah lepas landas dari Bandara Long Bawan menuju
Tarakan pada 19 Februari 2026. Pesawat dengan satu orang awak (pilot) itu
tinggal landas pukul 12.10 Wita melalui landasan pacu 22.
Berdasarkan kronologi, pada pukul 12.25 Wita saksi mata di
apron melihat pesawat turun dalam posisi miring ke arah belakang bukit di ujung
landasan 22. Unit AirNav Long Bawan kemudian berkoordinasi dengan pihak bandara
terkait dugaan kecelakaan tersebut.
Dua menit kemudian, AirNav menerima informasi dari pesawat
Susi Air PK-BVN yang mendeteksi sinyal darurat ELT aktif dalam radius sekitar
lima kilometer dari arah final runway 22. Informasi itu segera ditindaklanjuti
dengan pengerahan personel ke lokasi.
Danpos TNI AU, Danramil, serta masyarakat setempat bergerak
menuju titik yang diduga lokasi jatuhnya pesawat dan pada pukul 13.25 Wita
bangkai pesawat ditemukan. Pilot ditemukan meninggal dunia pada pukul 14.33
Wita sebelum akhirnya dievakuasi.