Fan Inter Milan dipastikan tidak akan diizinkan membeli
tiket untuk tiga pertandingan tandang berikutnya di Serie A Liga Italia setelah
insiden pelemparan kembang api atau flare yang melukai kiper Cremonese, Emil
Audero, pada Minggu (1/2/2026) lalu.
Larangan tersebut membuat pendukung Nerazzurri tidak bisa
hadir saat Inter bertandang ke markas Sassuolo, Lecce, dan Fiorentina.
Keputusan ini diumumkan Menteri Dalam Negeri Italia pada Selasa (3/2/2026),
sebagaimana dilaporkan Gazzetta dello Sport.
Dalam kebijakan tersebut, penduduk wilayah Lombardy dilarang
membeli tiket tribun tandang hingga 23 Maret 2026. Artinya, Inter akan bermain
tanpa dukungan langsung suporternya di tiga laga tandang Serie A tersebut.
Meski secara teknis Inter berstatus tim tamu saat menghadapi
AC Milan pada 8 Maret mendatang, larangan tidak berlaku untuk laga derbi.
Pendukung Inter tetap diperbolehkan hadir di San Siro karena pertandingan
tersebut tidak melibatkan perjalanan ke luar kota Milan.
Sanksi ini dijatuhkan menyusul insiden pada laga melawan
Cremonese, ketika sebuah kembang api yang dilempar dari tribun pendukung Inter
mengenai kaki kiper Emil Audero. Pertandingan sempat dihentikan beberapa menit
sebelum Audero melanjutkan laga meski mengalami luka ringan dan bekas bakar di
kakinya.
Media Italia melaporkan pelaku pelemparan telah berhasil
diidentifikasi. Bahkan, penggemar tersebut disebut kehilangan tiga jarinya
sendiri saat melempar kembang api kedua tak lama setelah insiden pertama.
Selain sanksi administratif dari pemerintah, Inter Milan
juga berpotensi menerima hukuman tambahan di level olahraga. Keputusan resmi
dari Hakim FIGC dijadwalkan diumumkan pada Rabu (4/2/2026).
Menurut laporan Calciomercato.com, hukuman tambahan tersebut
bisa berupa denda serta pembatasan lebih lanjut bagi suporter Inter, termasuk
kemungkinan larangan bagi penonton dalam pertandingan kandang.