Kapal patroli Angkatan Laut Thailand melepaskan tembakan
peringatan ke arah kapal pukat ikan Malaysia yang mencoba menabraknya setelah
kedapatan melakukan penangkapan ikan ilegal di perairan Thailand.
Kapal tersebut kemudian tenggelam dan awaknya ditahan, kata
juru bicara Angkatan Laut, Laksamana Muda Parach Rattanachaiyapan, Minggu.
“Pada 20 Februari 2026, kapal-kapal nelayan Thailand
melaporkan kepada Komando Wilayah Tiga Angkatan Laut Thailand tentang delapan
hingga sepuluh kapal pukat kecil Malaysia yang melakukan penangkapan ikan
ilegal di perairan teritorial Thailand – delapan mil laut dari Pulau Lipe,”
kata Parach kepada wartawan.
Parach menambahkan bahwa kapal patroli Angkatan Laut yang
dikerahkan untuk memeriksa informasi tersebut terpaksa melepaskan tembakan
peringatan ketika satu kapal pukat mencoba menabraknya.
Komandan kapal patroli, yang mendapati sedikitnya 10 kapal
Malaysia berada di perairan Thailand berdasarkan laporan nelayan setempat.
Kapal patroli Thailand kemudian menggunakan pengeras suara untuk memerintahkan
mereka segera mematikan mesin dan bersiap menjalani pemeriksaan, kata juru
bicara tersebut.
“Sebagian besar kapal pukat berusaha segera meninggalkan
perairan Thailand, namun satu kapal bermanuver sangat dekat dengan kapal
Angkatan Laut dengan indikasi jelas hendak menabrak,” ucap Parach
Awak patroli kemudian melepaskan tembakan peringatan, yang
mengakibatkan satu awak kapal pukat kecil itu terluka. Dua lainnya ditahan, dan
kapal tersebut tenggelam.
Parach menambahkan, ketiga awak kapal pukat Malaysia
tersebut merupakan warga negara Thailand yang bekerja berdasarkan kontrak di
negara tetangga itu.
Pria yang terluka telah mendapatkan perawatan di rumah sakit
di Provinsi Satun, wilayah paling selatan Thailand yang berbatasan dengan
Malaysia, sementara dua lainnya diserahkan kepada aparat penegak hukum setempat
dan ditahan berdasarkan keputusan pengadilan.