Mantan pelatih timnas Indonesia Shin Tae-yong menilai tak
masalah jika pemain-pemain naturalisasi yang pernah dilatihnya, seperti Thom
Haye dan Shayne Pattynama, memilih berkarier di liga lokal Super League.
"Tidak masalah, yang penting masing-masing pemain
berusaha keras di timnya," kata dia dalam jumpa pers bersama merek sampo
anti ketombe Clear di Jakarta Selatan, Jumat.
Sudah tujuh pemain timnas senior memilih pindah ke Super
League musim ini. Mereka memperkuat Persib, Persija, dan Dewa United Banten FC.
Persib memiliki Thom Haye dan Eliano Reijnders, Persija
mempunyai Jordi Amat, Shayne Pattynama, dan Mauro Zijlstra, sedankan Rafael
Struick dan Ivar Jenner bermain bersama Dewa United.
Dari tujuh pemain itu, tiga di antaranya adalah pendatang
baru pada putaran kedua, yakni Shayne dan Mauro di Persija, serta Ivar di Dewa
United.
Empat dari enam peman itu hijrah dari Belanda. Thom dari
Almere City, Eliano dari PEC Zwolle, Mauro dari FC Volendam, dan Ivar dari FC
Utrecht.
Masih ada pemain Garuda Muda yang melanjutkan karier di
Indonesia, yakni Jens Raven di Bali United dan Dion Marxk bersama Persib.
Kedatangan pemain-pemain naturalisasi ke Indonesia
memunculkan pro dan kontra Ada yang menyambut baik karena membuktikan kualitas
kompetisi lokal sudah naik level, api juga ada yang menyebutnya penurunan dalam
karier pemain-pemain itu.
Ada juga yang bernarasi mereka datang agar bisa membawa
Garuda juara pada Piala ASEAN 2026 yang diadakan pada 24 Juli sampai 26
Agustus.
Dalam turnamen itu, Indonesia tergabung di Grup A bersama
Kamboja, Vietnam, Singapura, dan pemenang playoff Timor Leste melawan Brunei
Darussalam.
Indonesia belum pernah menjadi juara turnamen ini. Prestasi
terbaik Garuda adalah enam kali runner-up, salah satunya di Malaysia yang
digelar pada 5 Desember 2021 sampai 1 Januari 2022 saat diasuh Shin Tae-yong.