Presiden FIFA Gianni Infantino, Kamis (19/2) mengumumkan
“kemitraan sejati” antara badan sepak bola dunia dan Board of Peace (Dewan
Perdamaian), dengan rencana proyek infrastruktur sepak bola berskala besar di
Jalur Gaza yang ditujukan untuk membangun kembali komunitas melalui olahraga.
Menggambarkan sepak bola sebagai kekuatan global yang
menyatukan, Infantino dalam pertemuan perdana Dewan Keamanan di Washington, DC
mengatakan, “Poin pertama: sepak bola, atau soccer seperti disebut di sini,
adalah bahasa universal dunia. Bahasa ini digunakan oleh 6 miliar orang, 6
miliar penggemar yang memiliki perasaan yang sama.”
“Ini tentang harapan, tentang kegembiraan, tentang
kebahagiaan. Ini tentang kebersamaan dan tentang menyatukan dunia. Kita akan
menyatukan dunia di sini musim panas ini selama Piala Dunia,” tambahnya.
Menekankan bahwa perdamaian penting untuk mewujudkan
persatuan tersebut, Infantino mengumumkan “kemitraan sejati antara Dewan
Perdamaian dan FIFA.”
“Saya sangat bangga dan sangat senang mengumumkan ini,”
ujarnya, seraya menambahkan bahwa setelah mendengar presentasi pada World
Economic Forum (WEF/Forum Ekonomi Dunia) di Davos, Swiss, “kita perlu membantu.
Kita perlu melakukan sesuatu.”
Infantino menyatakan kontribusi FIFA tidak hanya akan
berfokus pada infrastruktur fisik di Jalur Gaza. “Kita juga harus membangun
kembali dan membangun manusia, emosi, harapan, dan kepercayaan. Dan inilah
makna sepak bola, olahraga saya,” katanya.
Dalam pertemuan itu, Infantino juga menayangkan video
promosi yang memaparkan cakupan inisiatif tersebut.
Melalui kemitraan itu akan dibangun ekosistem sepak bola yang
lengkap di Gaza, sebagaimana dijelaskan dalam video tersebut. Program itu
mencakup pembangunan lapangan sepak bola, FIFA Arena, akademi, dan stadion
nasional.
Rencana tersebut meliputi pembangunan 50 lapangan mini FIFA
Arena dengan estimasi biaya 50.000 dolar AS (Rp845,5 juta) per unit atau total
investasi sekitar 2,5 juta dolar AS (Rp42,2 miliar).
Selain itu, akan dibangun lima lapangan berukuran penuh di
lima distrik berbeda dengan biaya sekitar 1 juta dolar AS (Rp16,9 miliar) per
lapangan.
Inisiatif tersebut juga mencakup pembangunan FIFA Academy
dengan estimasi investasi 15 juta dolar AS (Rp 253,6 miliar) serta stadion
nasional berkapasitas 20.000 hingga 25.000 penonton dengan nilai sekitar 50
juta dolar AS (Rp845,5 miliar).