Masyarakat Tahanan Palestina (PPS) menyatakan jumlah tahanan
yang sakit di Penjara Ofer di wilayah pendudukan Tepi Barat meningkat
signifikan akibat kondisi penahanan yang keras dan minimnya layanan kesehatan.
Dalam pengarahan khusus tentang kunjungan ke penjara
tersebut pada Januari dan Februari 2026, yang pernyataannya dirilis pada Rabu
(25/2), PPS menjelaskan para tahanan mengalami pemukulan berulang dan tidak
mendapatkan perawatan medis sehingga kondisi kesehatan mereka kian buruk.
PPS menyebutkan tahanan berinisial MY melaporkan telah
mengalami patah tulang punggung sebelum ditangkap dan mengalami pemukulan saat
ditangkap hingga menyebabkan patah hidung.
Hingga kini ia belum menerima perawatan dan dilaporkan
kehilangan sekitar 26 kilogram berat badan akibat kelaparan serta kesulitan
tidur karena merasa nyeri.
Tahanan lain, BJ, dilaporkan menderita pembekuan darah di
arteri hati, usus kecil, dan lambung, selain diabetes serta gangguan trombosit.
Ia membutuhkan perawatan medis segera.
PPS menyatakan ia juga mengalami pemukulan selama ditahan
hingga kehilangan implan gigi tanpa mendapat pengobatan.
Sementara itu, tahanan DN, yang terluka saat ditangkap pada
2024, ditembak di tangan kanan, perut, dan panggul. Ia kini sulit berjalan,
nyeri hebat, serta gangguan usus setelah kehilangan fungsi kandung kemih.
Menurut PPS, dokter menyatakan belum tersedia perawatan untuk kondisinya saat
ini.
Tahanan AA dilaporkan kehilangan pendengaran di telinga kiri
akibat pemukulan di dalam penjara.
PPS menegaskan kasus-kasus tersebut bukan insiden terpisah
dan para tahanan menghadapi situasi kesehatan serius akibat kebijakan
pengabaian medis yang disebut terus berlangsung di Penjara Ofer dan penjara
Israel lainnya.