Polisi menangkap terduga penganiaya terhadap pegawai Stasiun
Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 3413901 di Cipinang, Pulogadung, Jakarta
Timur (Jaktim).
"Saya baru terima infonya bahwa pelaku sudah
ditangkap," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur AKBP Dicky
Fertoffan saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.
Dicky menjelaskan bahwa saat ini baru satu orang yang
ditangkap terkait peristiwa pemukulan yang sempat viral tersebut.
Dia juga belum merinci apakah pelakunya aparat atau
masyarakat sipil.
"Iya, satu orang yang ditangkap," ucap Dicky.
Insiden tersebut bermula saat salah satu operator SPBU
3413901 Lukman Hakim (19) bertugas pada Minggu (22/2) sif malam sekitar pukul
22.00 WIB.
Menurut Lukman, antrean kendaraan di belakang mulai mengular
sehingga dia berinisiatif mempercepat proses dengan meminta kode batang
(barcode) subsidi yang menjadi syarat pengisian sesuai prosedur Pertamina.
Namun, situasi mendadak memanas ketika barcode yang
ditunjukkan tidak sesuai dengan jenis kendaraan yang digunakan.
Lukman menyebut pelat nomor kendaraan memang sama, tetapi
data dan jenis kendaraan dalam barcode berbeda.
Diduga tak terima ditegur, pria tersebut langsung
marah-marah di area pengisian. Bahkan, pelaku berteriak dan sempat menantang
para petugas.
Keributan berlanjut saat Lukman memanggil staf untuk
memastikan kebijakan pengisian. Pelaku semakin emosi dan mendorong salah satu
staf yakni Ahmad Khoirul Anam hingga kepalanya terbentur ke mobil pelaku.
Tak berhenti di situ, pelaku kembali menghampiri petugas
lain dan menampar salah seorang staf rekan mereka yakni Abud Mahmudin yang
hendak menenangkan situasi juga ikut menjadi sasaran pemukulan.
Keributan disebut berlangsung cukup lama, diperkirakan
hampir satu jam sejak sekitar pukul 22.00 WIB hingga menjelang pukul 23.30 WIB.
Pada insiden tersebut sebanyak tiga pegawai Stasiun
Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 3413901 di Cipinang, Pulogadung, Jakarta
Timur, menjadi korban penganiayaan oleh oknum aparat.
Tiga korban dalam kejadian tersebut, yakni satu staf dan dua
operator.
Baca juga: Korban curiga pelaku dalam pengaruh miras saat
mengamuk di SPBU Jaktim
Mereka adalah Ahmad Khoirul Anam, yang telah bekerja sekitar
lima tahun sebagai staf, Lukmanul Hakim, operator yang baru enam bulan bekerja
setelah lulus SMK dan Abud Mahmudin, operator dengan masa kerja sekitar empat
tahun.
Khoirul Anam kena tamparan di pipi, Lukman dipukul di rahang
sebelah kanan. Sementara Abud dipukul di bawah mata dan di pipi dekat mulut
sampai giginya copot.