Setiap Ramadhan, suasana di Masjid Istiqlal selalu terasa
istimewa. Tahun ini, masjid terbesar di Asia Tenggara itu kembali membuka
pintunya lebar-lebar dengan menyediakan hingga 10 ribu porsi makanan gratis
untuk jamaah berbuka puasa.
Menteri Agama sekaligus Imam Besar Istiqlal, Nasaruddin
Umar, menegaskan bahwa Istiqlal ingin menjadi rumah bagi semua, bukan hanya
bagi umat Muslim.
Pada hari biasa, jumlah jamaah berbuka puasa berkisar
4.000–5.000 orang. Sementara di akhir pekan, angkanya melonjak hingga
7.000–10.000 orang. Semuanya dilayani dengan nasi boks yang dibagikan secara
tertib dan merata.
Istiqlal juga memberi perhatian khusus bagi jamaah
disabilitas. Fasilitas lift, toilet khusus, hingga area prioritas di bagian
depan masjid disediakan agar semua bisa beribadah dengan nyaman
Tak hanya itu, fasilitas buka puasa dan sahur khusus juga
dipersiapkan untuk memastikan kenyamanan mreka selama menjalani ibadah
Ramadhan.
Semangat inklusivitas ini menjadikan Istiqlal bukan sekadar
tempat ibadah, tetapi ruang kebersamaan.
Dari Khataman Al Quran hingga Kursus Gratis
Ramadhan di Istiqlal tak hanya tentang berbuka puasa. Sejak
pagi hingga malam, lantunan ayat suci terdengar dalam kegiatan khataman Al
Quran bersama.
Menariknya lagi, aktivitas edukatif tetap berjalan selama
bulan suci. Beragam kursus bahasa seperti Inggris, Mandarin, Arab, Persia,
Prancis, bahasa Indonesia untuk penutur asing, hingga bahasa Ibrani tetap
digelar secara gratis.
Para pengajarnya pun merupakan native speaker, termasuk
pengajar yang didatangkan langsung dari Tiongkok untuk bahasa Mandarin. Masjid
ini menghadirkan nuansa belajar yang terbuka dan lintas budaya.
Ramadhan Hijau, Spirit Ibadah dan Lingkungan
Tahun ini, Istiqlal mengangkat tema “Ramadhan Hijau.”
Pesannya sederhana namun kuat: ibadah juga harus selaras dengan kepedulian
terhadap lingkungan.
Masjid ini telah dilengkapi sistem pembangkit listrik tenaga
surya yang terpasang di atapnya. Panel-panel surya tersebut menjadikan Istiqlal
sebagai salah satu ikon rumah ibadah ramah lingkungan yang mendapat perhatian dunia.
Tak hanya hemat energi, sistem pengelolaan airnya pun
dirancang berkelanjutan. Tidak ada air yang terbuang percuma ke selokan. Seluruh
air ditampung dalam bak besar, lalu diolah kembali untuk digunakan ulang.