TikTok membantah rumor yang menyebutkan bahwa platform
perdagangan elektronik Tokopedia akan ditutup dan diganti dengan TikTok Shop.
Dalam keterangan tertulis yang diterima ANTARA di Jakarta
pada Jumat, juru bicara TikTok menyatakan bahwa rumor tersebut tidak benar.
"Kami mendengar rumor mengenai masa depan Tokopedia.
Rumor tersebut tidak benar. Kami terus berinvestasi di Tokopedia dan
Indonesia," katanya.
Juru bicara TikTok menyatakan bahwa Tokopedia akan terus
beroperasi penuh dengan fokus pada peningkatan pengalaman pengguna.
Rumor mengenai rencana penutupan Tokopedia pertama kali beredar
di platform sosial media X.
Akun @ecommurz yang dikenal sering membagikan informasi
tentang perdagangan elektronik dan teknologi dalam unggahannya menyampaikan
kabar tentang rencana penutupan aplikasi Tokopedia.
Pemilik akun pada Kamis (29/1) mengunggah informasi berikut:
"Words from friends in Tokopedia, they going to kill
Tokopedia app and TikTok Shop will have their own separated app." (Kabar
dari teman-teman di Tokopedia, mereka akan menutup aplikasi Tokopedia dan
TikTok Shop akan memiliki aplikasi terpisah sendiri)
Menyusul rumor mengenai rencana penutupan Tokopedia, Badan
Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) menyatakan akan memantau perkembangan
kasus dan berkoordinasi dengan kementerian serta instansi terkait guna
memastikan tidak ada praktik yang merugikan konsumen dalam transformasi
platform perdagangan digital.
"Konsumen tidak boleh diam. Negara hadir melalui BPKN
untuk memastikan hak-hak konsumen digital tetap terlindungi," kata Ketua
BPKN Mufti Mubarok saat dihubungi pada Selasa (3/2).