Anggota grup idola SHINee, Key, mungkin bakal
"comeback" ke panggung hiburan setelah lima bulan menjalani hiatus.
Pengumuman konser yang diumumkan oleh agensinya SM
Entertainment pada Jumat (27/3) menjadi sinyal kembalinya sang musisi.
Pada Sabtu, Korea Times melaporkan konser yang dimaksud
adalah konser bersama SHINee dan akan digelar dengan tajuk "The Trilogy I
- 2026 SHINee WORLD VIII: [THE INVERT]" pada 29-31 Mei 2026 di KSPO Dome,
Taman Olimpiade Seoul.
Pertunjukan ini disebut bakal menjadi konser skala penuh
pertama dari SHINee dalam satu tahun terakhir.
Sebelumnya mereka sempat menggelar pertunjukan serupa untuk
merayakan ulang tahun debut mereka pada tahun lalu.
Pengumuman terkait SHINee itu menarik karena menjadi penanda
kembalinya Key ke aktivitas dunia hiburan setelah sebelumnya memilih menghilang
di tengah kontroversi kasus bibi penyuntik.
Adapun kasus bibi penyuntik merujuk pada peristiwa di akhir
2025 saat komedian Park Na-rae terlibat dalam tuduhan menerima prosedur medis
tanpa izin.
Seseorang yang dikenal sebagai "A" dijuluki
sebagai bibi penyuntik karena melakukan tindakan medis berupa pemberian
obat-obatan secara injeksi kepada Na-rae di tempat-tempat pribadi seperti rumah
bahkan kursi belakang mobil.
Kecurigaan publik semakin meningkat mengenai bibi penyuntik
melakukan prosedur serupa kepada artis lainnya setelah muncul interaksi di
media sosial milik A yang menunjukkan Key serta hewan peliharaannya.
Interaksi tersebut akhirnya memicu spekulasi tentang
hubungan Key dengan A.
Setelah sempat diam, Key akhirnya mengaku menerima perawatan
medis di rumah dan mengatakan, "Dalam situasi di mana sulit untuk
mengunjungi rumah sakit, saya menerima perawatan di rumah beberapa kali. Saya
percaya A adalah dokter berlisensi dan karena tidak ada indikasi sebaliknya
maka saya tidak berpikir hal itu akan jadi masalah."
Setelah merilis pernyataan tersebut tak lama Key
menghentikan seluruh aktivitasnya di industri hiburan dan memilih melakukan
hiatus.
Sementara itu, Park Na-rae yang juga terlibat dalam kasus
ini dipastikan telah menjalani penyelidikan polisi.
Ia awalnya diinterogasi oleh petugas keamanan pada 20
Februari setelah mantan manajernya mengajukan pengaduan atas tuduhan
menyebabkan cedera fisik dan melanggar hukum kedokteran.
Lalu pada 20 Maret, Park Na-rae disebut telah menjalani
interogasi kedua dan menyebut ia belum diinterogasi mengenai dugaan pelanggaran
hukum kedokteran.
Pihak berwenang juga dilaporkan telah menginterogasi A atas
tuduhan termasuk pelanggaran Undang-Undang Pelayanan Medis, Undang-Undang
Pengendalian Narkotika.