PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR)
atau Bank BJB mencatatkan penyaluran kredit termasuk pembiayaan senilai Rp140,7
triliun sepanjang tahun 2025.
Penyaluran kredit perseroan dikontribusikan dari anak perusahaan
senilai Rp28,8 triliun dan bank only senilai Rp111,9 triliun.
"Pada bank only, segmen kredit konsumer tetap menjadi
kontributor utama dengan outstanding mencapai Rp74,8 triliun," ujar
Corporate Secretary Bank BJB Herfinia dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin.
Herfinia memastikan, kualitas aset pada segmen kredit
konsumer terjaga baik, dengan tingkat Non-Performing Loan (NPL) rendah dan margin
yang sehat.
"Potensi pertumbuhan juga tetap terbuka seiring
peningkatan jumlah pegawai P3K (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) di
Jawa Barat dan Banten yang mencapai sekitar 504.000 orang pada Juni 2025,
sehingga memperluas basis pasar payroll Bank BJB," ujar Herfinia.
Ia melanjutkan, transformasi digital perseroan juga terus
dipercepat melalui pengembangan platform KGB Pisan.
Sejak memperoleh izin pengembangan layanan dari Otoritas
Jasa Keuangan (OJK) pada November 2025, platform tersebut mendukung pengajuan
kredit baru secara end-to-end digital bagi nasabah payroll perseroan.
"Proses kredit yang sepenuhnya digital turut
meningkatkan produktivitas dan skalabilitas bisnis konsumer," ujar
Herfinia.
Herfinia memastikan, perseroan tetap melakukan ekspansi
secara terukur pada segmen korporasi dan komersial yang difokuskan pada proyek
berbasis ekosistem daerah, sehingga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan
ekonomi di daerah.
Sepanjang tahun 2025, perseroan mencatatkan laba bersih yang
dapat diatribusikan kepada entitas induk senilai Rp1,15 triliun.
"Momentum perbaikan kinerja triwulan IV-2025 juga
berlanjut pada awal 2026, dan menjadi indikasi positif bagi pemulihan
pertumbuhan laba ke depan," ujar Herfinia.
Lebih lanjut, perseroan terus memperkuat sinergi bisnis
dalam Kelompok Usaha Bank (KUB), kinerja anak perusahaan memberikan kontribusi
aset sebesar Rp42,8 triliun atau sekitar 18 persen dari total aset konsolidasi
Grup BJB.
"Ke depan, kami akan terus memperkuat sinergi bisnis
dan efisiensi operasional melalui skema sharing fee serta kolaborasi produk
guna meningkatkan profitabilitas dan daya saing grup secara
berkelanjutan," ujar Herfinia.
Pada akhir 2025, secara konsolidasi total aset perseroan
tercatat sebesar Rp221,4 triliun.