Badan SAR Nasional (Basarnas) menurunkan 14 personel
tambahan untuk membantu evakuasi lima korban yang masih terhimpit di gerbong
KRL Commuter Line yang mengalami kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi.
Humas Kantor SAR Jakarta Ramili Prasetio berharap pengerahan
anggota tim khusus tersebut bisa mempercepat proses evakuasi para korban yang
terhimpit selama sekitar lima jam sejak insiden itu terjadi pada Senin (27/4)
malam..
"Empat belas personil saat ini kembali diberangkatkan
dari Basarnas Special Group. Korban terhimpit lima orang, hingga saat ini masih
dilakukan upaya penyelamatan," kata Ramili dalam keterangan resmi, Selasa
dini hari..
Sebelumnya, Basarnas telah mengevakuasi dua korban yang
terhimpit di dalam gerbong kereta.
Kedua korban telah mendapatkan perawatan medis dari tim
dokter dan paramedis di lokasi kejadian sebelum dibawa ke rumah sakit terdekat.
Sebelumnya, KAI menyatakan seluruh upaya difokuskan pada
evakuasi penumpang dan awak sarana, serta penanganan korban di lokasi kejadian
dengan prioritas utama keselamatan.
Menurut informasi di tempat kejadian, KRL Commuter Line
sedang berhenti di jalur 1 menuju ke arah timur (Cikarang) ketika sebuah kereta
jarak jauh dari arah barat memasuki jalur yang sama dan menabrak KRL tersebut.