-->

Notification

×

Iklan

Iklan

banner 728x90

Indeks Berita

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan telah menetapkan rute maritim alternatif di Selat Hormuz dengan alasan risiko ranjau laut di tengah ketegangan dengan Amerika Serikat.

Jumat, 10 April 2026 | April 10, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-09T17:00:00Z

 


Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada Kamis (9/4) menyatakan telah menetapkan rute maritim alternatif di Selat Hormuz dengan alasan risiko ranjau laut di tengah ketegangan dengan Amerika Serikat.

Angkatan Laut (AL) IRGC memperingatkan adanya "situasi perang" di Teluk dan Selat Hormuz serta kemungkinan keberadaan ranjau laut di jalur utama, menurut laporan Mehr News Agency yang melampirkan peta rute tersebut.

Semua kapal yang melintasi jalur strategis itu harus mengikuti rute alternatif "hingga pemberitahuan lebih lanjut" dan berkoordinasi dengan AL IRGC guna memastikan keselamatan pelayaran dan menghindari potensi ranjau laut.

"Mengingat kondisi perang di Teluk dan Selat Hormuz serta potensi ranjau laut di jalur utama, semua kapal harus mematuhi rute navigasi alternatif," kata AL IRGC dalam pernyataannya.

Untuk lalu lintas masuk, kapal diarahkan berlayar ke utara dari Teluk Oman, melewati Pulau Larak, dan melanjutkan perjalanan menuju Teluk.

Untuk lalu lintas keluar, kapal berangkat dari Teluk, melewati selatan Pulau Larak, dan menuju Teluk Oman.

Situasi di Selat Hormuz masih belum stabil di tengah penutupan total oleh Iran dan pembukaan bersyarat setelah pengumuman gencatan senjata sementara dengan Amerika Serikat.

Sumber di pemerintah Pakistan mengatakan bahwa delegasi AS dan Iran akan mengadakan pembicaraan "langsung" di Islamabad untuk mencapai "gencatan senjata permanen" guna mengakhiri perang yang telah berlangsung sejak 28 Februari.

Negosiasi yang dijadwalkan dimulai Sabtu itu kemungkinan berlangsung lebih dari satu hari, kata sumber tersebut.

×
Berita Terbaru Update