Biaya penggantian baterai mobil listrik masih menjadi perhatian banyak pemilik kendaraan electric vehicle (EV). Hal itu terlihat dari pengalaman pemilik Denza Z9 GT milik BYD yang membagikan estimasi biaya penggantian blade battery 2.0 seusai mobilnya mengalami insiden.
Melansir laporan Car News China, pemilik Denza Z9 GT tersebut mengunggah pengalamannya melalui media sosial Weibo setelah mobil miliknya mengalami kerusakan pada bagian bawah kendaraan atau undercarriage.
Benturan tersebut berdampak langsung pada komponen baterai lithium iron phosphate (LFP) blade battery 2.0 yang digunakan mobil tersebut. Lantas, berapa biaya penggantian baterai mobilnya tersebut?
Estimasi Biaya Ganti Blade Battery BYD Tembus Rp 176 Jutaan
Berdasarkan informasi yang dibagikan, estimasi biaya penggantian baterai berkapasitas 122,5 kWh pada Denza Z9 GT mencapai 78.700 yuan atau sekitar Rp 176 jutaan dengan kurs 1 yuan setara Rp 2.239.
Meski nominal tersebut tergolong besar, biaya yang disebutkan baru mencakup harga unit baterai dari diler resmi Denza. Artinya, pemilik kendaraan masih perlu menyiapkan biaya tambahan untuk jasa pemasangan atau labour cost, termasuk komponen habis pakai atau consumables.
Kabar ini cukup menarik perhatian karena selama ini biaya penggantian baterai mobil listrik sering dianggap sangat mahal. Pada sisi lain, angka tersebut juga memperlihatkan bagaimana BYD mampu menekan harga komponen baterai dibandingkan sejumlah produsen kendaraan listrik lainnya.
Sebagai gambaran, Denza Z9 GT merupakan mobil listrik bergaya grand tourer (GT) yang belum lama memperoleh pembaruan. Di pasar China, mobil ini dijual dengan rentang harga 269.800 yuan hingga 369.800 yuan atau sekitar Rp 604 jutaan sampai Rp 827 jutaan.
Mobil tersebut tersedia dalam pilihan varian plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) maupun EV murni. Varian tertingginya diklaim mampu menempuh jarak hingga 1.036 km.
Selain menawarkan jarak tempuh panjang, mobil ini juga telah mendukung teknologi BYD flash charging. Teknologi tersebut memungkinkan pengisian daya baterai dari 10% ke 70% hanya dalam waktu sekitar lima menit.
Jika dihitung berdasarkan kapasitas baterainya, biaya penggantian blade battery 2.0 Denza Z9 GT berada di angka sekitar 642 yuan atau sekitar Rp 1,4 jutaan per kWh.
Dengan hitungan tersebut, nilai total baterai hanya menyumbang sekitar 21% dari keseluruhan harga jual kendaraan. Persentase ini tergolong cukup rendah untuk kategori mobil listrik premium.
Harga baterai yang relatif kompetitif tidak lepas dari posisi BYD di industri kendaraan listrik global. Berdasarkan data China EV Datatracker, BYD saat ini berada di posisi kedua setelah CATL dalam hal instalasi baterai kendaraan listrik.
Skala produksi baterai yang sangat besar memberi keuntungan tersendiri bagi BYD dalam menekan biaya produksi. Hal tersebut kemudian berdampak langsung pada harga baterai yang digunakan untuk lini kendaraan mereka sendiri.
Keunggulan ini menjadi salah satu faktor penting yang membuat BYD mampu menghadirkan mobil listrik dengan teknologi modern namun tetap kompetitif dari sisi harga, termasuk untuk segmen premium seperti Denza.
Perbandingan dengan Biaya Penggantian Denza N7
Menariknya, pengalaman serupa juga dibagikan oleh pemilik Denza N7. Pemilik kendaraan tersebut mengungkap biaya penggantian baterai berdasarkan nota resmi dari diler.
Untuk Denza N7 yang menggunakan baterai berkapasitas 91 kWh, biaya penggantian tercatat mencapai 84.290 yuan atau sekitar Rp 188 jutaan.
Beruntung, penggantian baterai tersebut sepenuhnya ditanggung oleh garansi pabrikan sehingga pemilik kendaraan tidak perlu mengeluarkan biaya pribadi.
Sebagai informasi, Denza N7 merupakan SUV listrik medium yang dipasarkan di China dengan harga mulai 259.800 yuan hingga 289.800 yuan atau sekitar Rp 581 jutaan sampai Rp 648 jutaan.
Jika dibandingkan dengan harga mobilnya, biaya baterai Denza N7 mencapai sekitar 29% dari total nilai kendaraan. Persentase ini lebih besar dibandingkan Denza Z9 GT.
Biaya penggantian blade battery 2.0 milik BYD memang tidak bisa dibilang murah. Namun, jika dibandingkan dengan harga mobil secara keseluruhan, nominal tersebut dinilai masih cukup kompetitif untuk kendaraan listrik premium.
Selain itu, kemampuan BYD dalam memproduksi baterai dalam skala besar juga menjadi faktor penting yang membantu menekan biaya komponen utama kendaraan listrik. Kondisi ini sekaligus memperlihatkan bagaimana perkembangan industri EV mulai mengarah pada efisiensi biaya yang lebih baik di masa depan.
Bagi calon konsumen maupun pemilik mobil listrik, informasi terkait biaya penggantian baterai seperti ini menjadi pertimbangan penting sebelum memilih kendaraan EV, termasuk lini premium dari BYD.