Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah subspesialis
aritmia lulusan Universitas Indonesia dr. Dony Yugo Hermanto Sp.JP Subsp Ar (K)
FIHA mengatakan gejala atrial fibrilasi atau gangguan irama jantung yang tidak
teratur seringkali tidak diwaspadai padahal bisa menyebabkan gagal jantung dan
stroke.
“Orangnya akan merasa berdebar-debar, gak nyaman kayak lari
terus-terusan, dia pasti akan merasa lelah, jadi ada korslet di serambinya yang
menyebabkan listrik jantungnya terganggu yang akhirnya menyebabkan si pompanya
juga akan terganggu,” kata Dony dalam acara diskusi mengenai atrial fibrilasi
di Jakarta, Selasa.
Ia mengatakan gangguan irama jantung seringkali ditemukan
pada usia tua dengan komorbid terutama hipertensi. Gejalanya umumnya berdebar
dengan denyut nadi di atas 100 denyut per menit, rasa tidak nyaman di dada,
mudah lelah dan gejala lain sesak napas.
Atrial fibrilasi di Indonesia menurut Dony juga seringkali
diabaikan karena deteksi dini yang sangat minim dan sering under diagnosis, dan
juga sifat gejalanya yang hilang timbul sehingga tidak menjadi perhatian
khusus.
Dony mengatakan atrial fibrilasi juga bisa disebabkan karena
genetik dan generatif karena penuaan, dan juga hipertensi yang sering tidak
terdeteksi sejak awal.
“Di Indonesia sering banget under diagnose kadang-kadang
disepelekan hipertensi karena gak ada gejala, dilihatin aja. Alhasilnya dia
bisa menyebabkan atrial fibrilaasi, penyakit jantung jelas bisa,” kata Dony.
Ia menjelaskan orang dengan gangguan irama jantung atau
atrial fibrilasi memiliki peningkatan kejadian kematian 1,5-3,5 kali lipat
dibandingkan orang dengan irama jantung normal.
Dony juga mengatakan mendeteksi atriall fibrilasi bisa
dengan menggunakan alat pengukur tekanan darah dengan batas normal antara
50-100 denyut per menit. Selain itu, masyarakat juga perlu diedukasi untuk bisa
meraba nadi sendiri atau Menari untuk menghitung detak normal yang ditandai
dengan denyut teratur.
Atau bisa juga melihat dari smartwatch dengan grafik heart
rate sehingga bisa terlihat ada peningkatan denyut jantung yang tiba-tiba
tinggi tanpa ada aktivitas tertentu atau sedang merasakan emosi, maka perlu
diwaspadai sebagai atrial fibrilasi.