Gubernur Bali Wayan Koster menjadwalkan pertemuan dengan
seluruh konsul jenderal (konjen) di Bali untuk meminta dukungan pungutan
wisatawan asing (PWA).
“Dalam waktu dekat tanggal 21 Mei ini saya akan mengundang
semua konsul jenderal yang ada di Bali, ada 34 yang akan diundang untuk
berkontribusi dan saya yakin semua juga akan mendukung,” kata Koster di
Denpasar, Sabtu.
Ia menjelaskan dalam pertemuan tersebut, Pemprov Bali akan
meminta bantuan konsul jenderal negara-negara sahabat mengomunikasikan ke warganya
yang hendak ke Bali bahwa mereka wajib membayar PWA Rp150 ribu.
Sejauh ini Koster melihat sudah banyak wisman yang
mengetahui kebijakan tersebut dan menyambut dengan baik lewat membayar sejak
sebelum mendarat di Bali, namun tak sedikit pula yang belum tahu bahkan belum
mau membayar.
Dari catatan Pemprov Bali pada tahun 2024 total PWA yang
berhasil dikumpulkan Rp318 milyar atau dibayar oleh 32 persen dari 6,3 juta
wisman yang masuk Bali, selanjutnya tahun 2025 terkumpul Rp369 milyar atau
dibayar oleh 34 persen dari total 7 juta kunjungan wisman.
Sementara di tahun 2026 hingga 11 Mei PWA yang berhasil
terkumpul baru Rp114 milyar, sedangkan Gubernur Koster menargetkan pungutan
wisman menembus Rp500 milyar.
Oleh karena itu, Pemprov Bali melakukan berbagai cara untuk
mensukseskan kebijakan ini, sebab jika PWA bisa terkumpul sesuai jumlah
kunjungan wisman, maka akan sangat membantu fiskal daerah.
“Ini akan sangat membantu kapasitas fiskal Pemprov Bali yang
saat ini sedang membutuhkan pendanaan cukup besar untuk melakukan pembangunan,
terutama sekali pembangunan infrastruktur dan sarana prasarana strategis agar
pariwisata Bali ini dapat dikelola dengan baik, berkualitas, berdaya saing,
serta berkelanjutan,” ujarnya.
Tak hanya konsul jenderal, belum lama Gubernur Koster juga
menemui beberapa perusahaan Online Travel Agent (OTA) atau aplikasi daring
penyewaan akomodasi yang selama ini banyak memasarkan akomodasi tak berizin.
“Ada delapan OTA terbesar semuanya mendukung, saya sampaikan
bahwa mereka-mereka itu bertransaksi secara digital bagi wisatawan yang ke Bali
menginap, ini kan bisnis juga, kalau pariwisata Bali tidak bagus tidak dijaga
sama-sama kan nanti macet juga bisnisnya, jadi harus sama-sama menjaga,”
ujarnya.
Dalam waktu tidak lama setelah bertemu konsul jenderal
nanti, Gubernur Koster juga berencana mengumpulkan pihak maskapai penerbangan
internasional.
Mereka juga akan diajak berperan di dalam meningkatkan PWA
sebagai upaya bersama untuk menjaga Bali baik alam, manusia, juga
kebudayaannya.