-->

Notification

×

Iklan

Iklan

banner 728x90

Indeks Berita

Pemerintah tengah melakukan hilirisasi pada produk sawit, sehingga tidak lagi melakukan ekspor bahan mentah. Produk

Minggu, 31 Mei 2026 | Mei 31, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-30T17:51:52Z

 


Pemerintah tengah melakukan hilirisasi pada produk sawit, sehingga tidak lagi melakukan ekspor bahan mentah. Produk-produk tersebut diharapkan dapat diolah sehingga membuat nilai tambah yang cukup signifikan.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Rachmat Pambudy menyatakan hilirisasi sawit diarahkan pada pengembangan produk-produk inovatif berbasis teknologi dan riset.

“Hilirisasi sawit tidak lagi dapat bertumpu pada ekspor bahan mentah semata, melainkan harus diarahkan pada pengembangan produk-produk inovatif berbasis teknologi dan riset,” kata dilansir dari Antara, Sabtu (30/5/2026).

Menurut dia, satu tandan sawit dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai tinggi, mulai dari lipstik alami, kapsul beta karoten, material komposit, hingga produk industri lainnya.

Sawit dinilai sebagai komoditas yang sangat eksotis jika diolah dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Karena itu, dirinya ingin pusat studi sawit di IPB dilanjutkan dan diperkuat, meski dimulai dari skala kecil, karena dampaknya dinilai akan sangat besar.

“Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan industri menjadi kunci agar pengembangan sawit dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” ujar Rachmat.

Dalam kesempatan tersebut, dia menegaskan pentingnya peran IPB dalam pengembangan industri sawit nasional berbasis riset, inovasi, dan hilirisasi bernilai tambah tinggi.

“Kami semua mendapat arahan langsung dari Presiden. Khusus sawit ini, paling tidak ada tiga institusi yang mendapat arahan, yaitu kementerian yang menangani lahan dan pendidikan tinggi, kemudian Agrinas atau PT Agro Industri Nasional (Persero), dan saya sebagai kepala Bappenas, karena kami mendapat tugas untuk menangani hilirisasi sawit,” ucap Menteri PPN.

×
Berita Terbaru Update