Persebaya Surabaya menutup kompetisi Super League 2025/2026
dengan hasil positif, setelah finis di posisi keempat klasemen akhir.
Pencapaian tersebut semakin lengkap, setelah dua pemain Bajul Ijo, Francisco
Rivera dan Arief Catur Pamungkas masuk ke dalam daftar Best Eleven of The
Season versi operator kompetisi BRI Super League 2025/2026.
Persebaya memastikan posisi empat besar seusai menghancurkan
Persik Kediri dengan skor telak 5-0 pada laga terakhir musim ini. Tim asal Kota
Pahlawan itu mengoleksi 58 poin, meningkat dibanding musim lalu yang mengakhiri
kompetisi dengan 56 poin di posisi yang sama.
Selain Rivera dan Arief Catur yang masuk Best XI, manajemen
Persebaya juga memberikan penghargaan internal kepada sejumlah pemain atas kontribusi
mereka sepanjang musim.
Penghargaan top save diberikan kepada Ernando Ari. Sementara
Francisco Rivera meraih gelar top scorer dan top assist, Arief Catur Pamungkas
menjadi peraih top intercept, sedangkan Risto Mitrevski mendapatkan penghargaan
most successful pass.
Pelatih Persebaya Bernardo Tavares puas dengan perkembangan
timnya sepanjang musim ini. Pelatih asal Portugal itu menilai Persebaya
menunjukkan peningkatan performa dibanding musim sebelumnya.
“Menurut saya ini hasilnya sangat bagus. Kami mendapat poin
lebih banyak dari musim lalu. Musim lalu Persebaya mendapat 56 poin, musim ini
menjadi 58 poin. Jadi, ini musim yang lebih baik dan positif,” ujar pelatih
Bernardo Tavares kepada wartawan, Senin (25/5/2026).
Bernardo Tavares menegaskan, target utama timnya adalah
terus berkembang dan meraih kemenangan di setiap pertandingan. Ia juga meminta
suporter tidak memberikan tekanan berlebihan kepada pemain menjelang musim
depan.
“Target kami selalu berusaha menang di pertandingan
berikutnya. Kami tidak boleh terlalu cepat puas sebelum benar-benar mencapai
target,” katanya.
Pelatih berusia 46 tahun itu juga menyinggung ambisi besar
Persebaya menyambut musim ke-100 klub pada kompetisi mendatang. Menurutnya,
atmosfer Stadion Gelora Bung Tomo bisa menjadi modal penting untuk meraih
prestasi lebih tinggi.
“Saya tahu semua ingin merayakan 100 tahun Persebaya dengan
prestasi. Namun, kami harus bekerja keras dan tidak memberi tekanan berlebihan
kepada pemain. Suasana di Gelora Bung Tomo luar biasa dan itu bisa menjadi
energi tambahan musim depan,” lanjutnya.
Setelah kompetisi berakhir, seluruh pemain dan ofisial
Persebaya diliburkan sementara waktu. Manajemen dan tim pelatih juga mulai
bergerak menyusun rencana perekrutan pemain baru demi memperkuat skuad
menghadapi musim depan.