-->

Notification

×

Iklan

Iklan

banner 728x90

Indeks Berita

Persebaya Surabaya menutup kompetisi Super League 2025/2026 dengan hasil positif, setelah finis di posisi keempat klasemen akhir.

Selasa, 26 Mei 2026 | Mei 26, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-25T19:20:00Z

Persebaya Surabaya menutup kompetisi Super League 2025/2026 dengan hasil positif, setelah finis di posisi keempat klasemen akhir. Pencapaian tersebut semakin lengkap, setelah dua pemain Bajul Ijo, Francisco Rivera dan Arief Catur Pamungkas masuk ke dalam daftar Best Eleven of The Season versi operator kompetisi BRI Super League 2025/2026.

 


Persebaya memastikan posisi empat besar seusai menghancurkan Persik Kediri dengan skor telak 5-0 pada laga terakhir musim ini. Tim asal Kota Pahlawan itu mengoleksi 58 poin, meningkat dibanding musim lalu yang mengakhiri kompetisi dengan 56 poin di posisi yang sama.

Selain Rivera dan Arief Catur yang masuk Best XI, manajemen Persebaya juga memberikan penghargaan internal kepada sejumlah pemain atas kontribusi mereka sepanjang musim.

Penghargaan top save diberikan kepada Ernando Ari. Sementara Francisco Rivera meraih gelar top scorer dan top assist, Arief Catur Pamungkas menjadi peraih top intercept, sedangkan Risto Mitrevski mendapatkan penghargaan most successful pass.

Pelatih Persebaya Bernardo Tavares puas dengan perkembangan timnya sepanjang musim ini. Pelatih asal Portugal itu menilai Persebaya menunjukkan peningkatan performa dibanding musim sebelumnya.

“Menurut saya ini hasilnya sangat bagus. Kami mendapat poin lebih banyak dari musim lalu. Musim lalu Persebaya mendapat 56 poin, musim ini menjadi 58 poin. Jadi, ini musim yang lebih baik dan positif,” ujar pelatih Bernardo Tavares kepada wartawan, Senin (25/5/2026).

Bernardo Tavares menegaskan, target utama timnya adalah terus berkembang dan meraih kemenangan di setiap pertandingan. Ia juga meminta suporter tidak memberikan tekanan berlebihan kepada pemain menjelang musim depan.

“Target kami selalu berusaha menang di pertandingan berikutnya. Kami tidak boleh terlalu cepat puas sebelum benar-benar mencapai target,” katanya.

Pelatih berusia 46 tahun itu juga menyinggung ambisi besar Persebaya menyambut musim ke-100 klub pada kompetisi mendatang. Menurutnya, atmosfer Stadion Gelora Bung Tomo bisa menjadi modal penting untuk meraih prestasi lebih tinggi.

“Saya tahu semua ingin merayakan 100 tahun Persebaya dengan prestasi. Namun, kami harus bekerja keras dan tidak memberi tekanan berlebihan kepada pemain. Suasana di Gelora Bung Tomo luar biasa dan itu bisa menjadi energi tambahan musim depan,” lanjutnya.

Setelah kompetisi berakhir, seluruh pemain dan ofisial Persebaya diliburkan sementara waktu. Manajemen dan tim pelatih juga mulai bergerak menyusun rencana perekrutan pemain baru demi memperkuat skuad menghadapi musim depan.


×
Berita Terbaru Update