Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)
menetapkan Kabupaten Bima sebagai satu-satunya wilayah di Nusa Tenggara Barat
(NTB) yang berstatus siaga kekeringan meteorologis. Status tersebut diberikan
seiring menguatnya fenomena El Nino yang memperparah musim kemarau di wilayah
tersebut.
Prakirawan Stasiun Klimatologi NTB, Suci Agustiarini,
mengatakan Kecamatan Donggo, Kabupaten Bima, mencatat hari tanpa hujan
terpanjang di NTB dengan durasi mencapai 40 hari berturut-turut.
"Di NTB hanya Kabupaten Bima yang masuk kategori siaga
kekeringan meteorologis," kata Suci, Rabu (10/6/2026).
BMKG menyebut seluruh wilayah NTB kini telah memasuki musim
kemarau. Masyarakat diimbau mengantisipasi potensi krisis air bersih dengan
menghemat penggunaan air dan mengelola sumber daya air secara bijak.
Selain itu, warga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap
risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), termasuk menghindari aktivitas
pembakaran sampah maupun meninggalkan sumber api tanpa pengawasan.
Selain Kecamatan Donggo yang berstatus siaga, BMKG juga
menetapkan sejumlah wilayah dalam kategori waspada kekeringan. Di Kabupaten
Bima, status tersebut berlaku untuk Kecamatan Belo, Bolo, Langgudu, Palibelo,
dan Parado.
Sementara di Kabupaten Dompu, wilayah yang masuk kategori
waspada meliputi Kecamatan Kempo dan Manggalewa. Adapun di Kabupaten Sumbawa,
status serupa berlaku di Kecamatan Empang, Lape, dan Plampang.
Prakirawan Stasiun Klimatologi NTB, Cakra Mahasurya,
menjelaskan hasil pemantauan terbaru menunjukkan fenomena El Nino-Southern
Oscillation (ENSO) berada pada kategori lemah dengan indeks 1,04. Namun,
kondisi tersebut diperkirakan meningkat menjadi El Nino moderat mulai Juni
2026.
Di sisi lain, fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) tercatat
berada pada fase negatif dengan indeks -0,926 dan diprediksi beralih ke fase
positif mulai Juli 2026.
Meski kemarau mulai menguat, BMKG masih memprakirakan
sebagian wilayah NTB berpeluang mengalami hujan ringan pada periode 11–20 Juni
2026. Peluang hujan dengan intensitas lebih dari 20 milimeter per dasarian
diperkirakan berkisar 10 hingga 30%.
Wilayah yang berpotensi diguyur hujan meliputi sebagian
Kabupaten Lombok Utara, Lombok Tengah, Sumbawa Barat, Sumbawa, serta sebagian
wilayah Kabupaten Bima dan Dompu.
"Seluruh wilayah NTB saat ini telah memasuki musim
kemarau yang diperkuat oleh fenomena El Nino," ujar Cakra.