-->

Notification

×

Iklan

Iklan

banner 728x90

Indeks Berita

Impian Raymond Indra/Nikolaus Joaquin untuk merebut gelar ganda putra Polytron Indonesia Open 2026 harus pupus di partai final

Senin, 08 Juni 2026 | Juni 08, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-07T19:33:48Z

 


Impian Raymond Indra/Nikolaus Joaquin untuk merebut gelar ganda putra Polytron Indonesia Open 2026 harus pupus di partai final. Pasangan muda Indonesia itu tak mampu mempertahankan keunggulan dan akhirnya menyerah dari wakil Malaysia, Nur Izzuddin/Goh Sze Fei, dalam pertandingan tiga gim di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (7/6/2026).

Raymond/Joaquin sebenarnya tampil meyakinkan pada awal pertandingan. Mereka berhasil merebut gim pertama dengan skor telak 21-13 dan sempat berada di atas angin pada gim kedua.

Kepercayaan diri pasangan Indonesia makin meningkat ketika unggul 14-8 pada gim kedua. Namun momentum pertandingan berubah setelah lawan mulai menemukan ritme permainan. Kesalahan demi kesalahan yang dilakukan Raymond/Joaquin membuat pasangan Malaysia perlahan mengejar ketertinggalan sebelum akhirnya membalikkan keadaan.

Nur Izzuddin/Goh Sze Fei sukses merebut gim kedua dengan skor 21-18 dan melanjutkan dominasinya pada gim penentuan.

Raymond/Joaquin kesulitan keluar dari tekanan sehingga harus mengakui keunggulan lawan dengan skor 10-21. Hasil akhir 13-21, 21-18, dan 21-10 memastikan gelar juara menjadi milik pasangan Malaysia.

Joaquin mengakui pertandingan tersebut memberikan banyak pelajaran berharga bagi dirinya dan Raymond, terutama dalam menjaga fokus saat sedang unggul.

"Pertandingan tadi menjadi pelajaran penting buat kami. Secara keseluruhan, saya rasa sudah all out. Kami sudah menampilkan apa yang kami bisa. Kami pun juga di lapangan berusaha, kalau bisa jangan sampai poin hilang banyak banget, tapi saya rasa pasangan Malaysia tadi mainnya benar-benar luar biasa, mereka tetap fokus, tetap menjaga pikiran," ujar Joaquin.

Menurutnya, sejak awal laga hingga kedudukan 14-8 di gim kedua, mereka sebenarnya mampu mengendalikan permainan. Namun perubahan momentum dimanfaatkan dengan baik oleh lawan yang lebih berpengalaman.

"Kami benar-benar mengontrol lawan dari awal gim pertama sampai 14-8 tadi. Setelah lawan dapat satu poin dua poin, mungkin mereka melihat kami kayak sempat bingung, mungkin mereka notice juga. Jadinya mereka mengambil momentum itu," tambahnya.

Sementara itu, Raymond menilai pengalaman pasangan Malaysia di berbagai turnamen besar menjadi salah satu faktor pembeda dalam pertandingan final tersebut.

"Lawan adalah pemain yang pengalamannya banyak ya di turnamen-turnamen besar. Mungkin kami harus lebih waspada lagi untuk gim gim berikutnya, konsentrasi lebih ditambah lagi apalagi posisinya kami sudah memimpin duluan di gim pertama dan kedua," kata Raymond.

Meski gagal membawa pulang gelar juara, pencapaian menembus final turnamen level Super 1000 menjadi hasil positif bagi Raymond/Joaquin. Penampilan mereka sepanjang pekan menunjukkan potensi besar sebagai salah satu pasangan masa depan Indonesia di sektor ganda putra.

Keberhasilan mencapai partai puncak Indonesia Open 2026 juga menjadi bekal berharga bagi keduanya untuk terus berkembang, terutama dalam hal menjaga momentum, mengelola tekanan, dan mempertahankan konsentrasi saat berada dalam posisi unggul.

×
Berita Terbaru Update