Jumlah kasus ebola yang terkonfirmasi di Kongo terus bertambah. Pemerintah setempat melaporkan sedikitnya 282 kasus positif dalam wabah yang masih berlangsung di wilayah timur negara tersebut.
Dikutip dari AP, Senin (1/6/2026), Kementerian Kesehatan Kongo menyebut sebagian besar kasus, yakni 264 infeksi, ditemukan di Provinsi Ituri yang menjadi pusat penyebaran wabah. Secara keseluruhan, lebih dari 1.000 kasus suspek telah dilaporkan terkait virus ebola jenis Bundibugyo, varian yang hingga kini belum memiliki vaksin maupun pengobatan yang disetujui secara resmi.
Pemerintah Kongo mengakui masih menghadapi sejumlah tantangan besar dalam mengendalikan wabah, mulai dari deteksi dini kasus, isolasi pasien secara cepat, pelacakan kontak erat, hingga pelaksanaan pemakaman yang aman dan bermartabat.
Selain itu, penguatan sistem pencegahan dan pengendalian infeksi di fasilitas kesehatan juga menjadi prioritas utama. Saat ini, cakupan pelacakan kontak baru mencapai 45%, sementara 220 kasus suspek masih dalam proses penyelidikan.
Di tengah meningkatnya jumlah kasus, muncul kabar baik dari sejumlah pasien yang berhasil sembuh dari penyakit mematikan tersebut. Lima orang yang dinyatakan pulih, seluruhnya merupakan tenaga kesehatan.
Salah satunya adalah seorang perawat bernama Baraka Bulambulu. Ia mengaku sangat bersyukur setelah hasil dua tes terakhir menunjukkan dirinya negatif ebola.
"Hasil tes pertama saya positif, tetapi tes kedua dan ketiga menunjukkan hasil negatif," ujar Bulambulu.
"Keluar hidup-hidup dari penyakit ini adalah kebahagiaan yang tidak bisa digambarkan dengan kata-kata," ungkapnya.
Penyintas lainnya, Ezo Étienne, menceritakan gejala awal yang dialaminya saat sedang bertugas memeriksa pasien di rumah sakit.
"Saya memanggil tim dan berkata, 'ada yang tidak beres'. Saya memeriksa tekanan darah dan melihat tekanan darah saya langsung turun. Saya memutuskan beristirahat sebentar, lalu beberapa menit kemudian mulai muntah," cerita Ezo.
Menurut WHO, kelima pasien yang berhasil sembuh terdiri dari empat perawat dan satu petugas laboratorium. Kelompok ini menjadi salah satu yang paling rentan terpapar selama wabah berlangsung.