-->

Notification

×

Iklan

Iklan

banner 728x90

Indeks Berita

M Rizal Taufikurahman menyatakan pemerintah perlu menjaga kredibilitas kebijakan ekonomi agar penguatan kurs rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus berlanjut

Rabu, 17 Juni 2026 | Juni 17, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-16T18:42:08Z

 Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) M Rizal Taufikurahman menyatakan pemerintah perlu menjaga kredibilitas kebijakan ekonomi agar penguatan kurs rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus berlanjut.



“Agar tren penguatan IHSG dan rupiah dapat terjaga, pemerintah perlu terus menjaga kredibilitas kebijakan ekonomi melalui disiplin fiskal, kepastian regulasi, serta pengelolaan APBN yang lebih efektif dan produktif,” ujar M Rizal Taufikurahman saat dihubungi ANTARA dari Jakarta, Selasa.

Selain itu, lanjut dia, upaya menjaga kredibilitas kebijakan tersebut juga harus diiringi dengan percepatan reformasi struktural, peningkatan investasi, penguatan sektor industri, serta perbaikan daya beli masyarakat.

Ia mengatakan hal tersebut dibutuhkan untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing ekonomi nasional.

“Penguatan pasar keuangan yang berkelanjutan hanya dapat tercapai apabila didukung oleh fundamental ekonomi yang semakin kuat dan meningkatnya kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia,” kata Rizal.

Ia menuturkan, IHSG berpotensi kembali menuju level 8.000 dalam kisaran 12–18 bulan. Sementara itu, nilai tukar rupiah, dalam pandangan yang lebih realistis, diprediksi dapat pulih ke kisaran Rp16.500 per dolar AS dalam waktu 1–2 tahun.

Proyeksi tersebut dapat terealisasi dengan asumsi kondisi global semakin kondusif, suku bunga global mulai menurun, dan reformasi ekonomi domestik berjalan secara konsisten.

Meskipun demikian, ia menekankan pemulihan kondisi IHSG dan kurs rupiah tidak hanya bergantung pada sentimen pasar, tapi juga sangat ditentukan oleh kemampuan pemerintah menjaga stabilitas makroekonomi, memperkuat investasi, meningkatkan produktivitas, dan membangun kredibilitas kebijakan.

“Sehingga penguatan pasar keuangan dapat berlangsung secara lebih berkelanjutan dan menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi yang berkualitas,” ucap Rizal.

Nilai tukar rupiah cenderung menguat pada pembukaan perdagangan setiap paginya dalam seminggu terakhir. Pada Selasa lalu (9/6) rupiah dibuka pada level Rp18.134 per dolar AS, kemudian menjadi Rp17.900 per dolar AS pada Rabu (10/6).

Kurs rupiah bergerak ke level Rp17.941 per dolar AS pada Kamis (11/6), lalu kembali menguat menjadi Rp17.930 per dolar AS pada Jumat (12/6), dan melanjutkan tren positif ke level Rp17.778 per dolar AS pada Senin (15/6).

Sedangkan IHSG pada pembukaan perdagangan selama seminggu terakhir tercatat berada di posisi 5.344,69 pada Selasa (9/6), lalu menjadi 5.744,06 pada Rabu (10/6), 5.899,27 pada Kamis (11/6), 5.960,27 pada Jumat (12/6), dan kemudian 6.118,73 pada Senin (15/6).


×
Berita Terbaru Update