-->

Notification

×

Iklan

Iklan

banner 728x90

Indeks Berita

Pemerintah merespons cepat penurunan harga ayam dan telur di tingkat peternak. Salah satu upaya yang dilakukan dalam rangka menstabilkan harga,

Jumat, 19 Juni 2026 | Juni 19, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-18T19:42:27Z

 

Pemerintah merespons cepat penurunan harga ayam dan telur di tingkat peternak. Salah satu upaya yang dilakukan dalam rangka menstabilkan harga, yakni dengan mendorong peningkatan konsumsi telur dan daging ayam dalam pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG).

 


Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) agar satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) atau dapur MBG dapat menyajikan menu ayam atau telur hingga tiga kali per pekan.

"Kami langsung telepon kepala BGN, menyampaikan kalau bisa dalam satu minggu, biasanya konsumsi telur satu kali, bisa menjadi tiga kali, termasuk ayam,” ujar Amran seusai menghadap Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Selain meningkatkan penyerapan produk peternakan, pemerintah menilai langkah ini juga selaras dengan program pemenuhan gizi masyarakat. Menurut Amran, BGN menyepakati usulan tersebut.

"Sehingga harga mulai merangkak naik dan itu kita sepakati semua,” ucap dia.

Amran menambahkan Kementerian Pertanian juga telah mengumpulkan para peternak ayam dan telur untuk membahas sejumlah solusi.

Pemerintah pun berharap kebijakan peningkatan konsumsi telur dan ayam melalui program MBG dapat menjaga stabilitas harga sekaligus membantu meningkatkan kesejahteraan peternak di tengah fluktuasi pasar.

"Kami mengumpulkan peternak-peternak untuk ayam dan telur, kami kumpulkan, kami diskusi. Kemudian memberikan beberapa solusi," pungkas Amran.

 

×
Berita Terbaru Update