-->

Notification

×

Iklan

Iklan

banner 728x90

Indeks Berita

Kelompok Houthi di Yaman yang didukung Iran mengumumkan blokade laut terhadap Arab Saudi. Langkah tersebut dinilai membuka babak baru dalam konflik

Selasa, 21 Juli 2026 | Juli 21, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-20T18:18:45Z

  Kelompok Houthi di Yaman yang didukung Iran mengumumkan blokade laut terhadap Arab Saudi. Langkah tersebut dinilai membuka babak baru dalam konflik yang dipicu perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran serta berpotensi mengganggu pasokan energi dan perdagangan global.

 


Dalam pernyataan yang disampaikan pada Senin (20/7/2026), angkatan bersenjata Houthi menyatakan embargo maritim terhadap Arab Saudi mulai berlaku seketika.

"Kami mendeklarasikan embargo maritim terhadap musuh Saudi yang kriminal, berdasarkan prinsip mata ganti mata, yang berlaku segera," demikian pernyataan Houthi.

Kelompok itu menyebut kebijakan tersebut sebagai balasan atas apa yang mereka sebut sebagai "pengepungan yang tidak adil dan menindas" yang dilakukan Arab Saudi terhadap Yaman.

Hingga berita ini diturunkan, pemerintah Arab Saudi belum memberikan tanggapan resmi atas pengumuman tersebut.

Blokade tersebut memicu kekhawatiran baru terhadap keamanan pelayaran di Laut Merah. Jika Selat Bab el-Mandeb, pintu masuk selatan menuju Laut Merah, benar-benar ditutup, ekspor minyak Arab Saudi ke kawasan Asia berpotensi terhenti. Kondisi itu diperkirakan dapat memangkas pasokan minyak dunia hingga sekitar 7%.

Di tengah konflik yang terus memanas, perang antara Iran dan Amerika Serikat telah mengurangi pasokan minyak global hingga sekitar 10%, sehingga memicu kekhawatiran baru terhadap stabilitas pasar energi internasional.

Analis Yaman sekaligus pendiri Basha Report, Mohammed Albasha, mengatakan ancaman Houthi belum tentu langsung diwujudkan dalam bentuk serangan terhadap kapal.

"Pertanyaannya sekarang adalah apakah mereka akan mulai menargetkan kapal-kapal yang menuju pelabuhan Saudi. Pada tahap ini, belum ada jawaban yang jelas," kata Albasha.

Ia menilai, sekalipun belum ada kapal yang diserang, pengumuman blokade sudah cukup menciptakan ketidakpastian di sektor pelayaran.

"Meskipun tidak ada kapal yang diserang, pengumuman itu  kemungkinan akan mengganggu pelayaran dan menciptakan ketidakpastian bagi pelabuhan Saudi. Apakah Houthi akan beralih dari ancaman ke tindakan langsung tetap menjadi isu penting," ujarnya.

Ketegangan meningkat setelah Houthi pekan lalu meluncurkan rudal ke wilayah Arab Saudi. Serangan itu dilakukan setelah kelompok tersebut menuduh Riyadh membombardir bandara yang berada di bawah kendali mereka.

Peristiwa tersebut sekaligus mengakhiri gencatan senjata selama empat tahun antara Arab Saudi dan Houthi dalam konflik berkepanjangan di Yaman. Blokade laut terbaru dikhawatirkan semakin memperluas dampak perang di Timur Tengah, terutama terhadap jalur perdagangan internasional dan distribusi energi global.


×
Berita Terbaru Update