-->

Notification

×

Iklan

Iklan

banner 728x90

Indeks Berita

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi membuka masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) Ramah 2026

Selasa, 14 Juli 2026 | Juli 14, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-13T20:03:18Z

 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi membuka masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) Ramah 2026 sebagai penanda dimulainya Tahun Ajaran 2026/2027. Pemerintah menegaskan seluruh kegiatan MPLS harus berlangsung aman, inklusif, serta bebas dari praktik perpeloncoan, senioritas, dan perundungan.



Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menegaskan MPLS merupakan gerbang awal yang penting bagi siswa untuk beradaptasi dengan lingkungan sekolah sekaligus membangun semangat belajar.

"Kami mengajak anak-anakku sekalian untuk menjadikan momentum MPLS sebagai langkah awal menatap masa depan yang gemilang dan mencapai cita-cita yang mulia dalam kehidupan kalian," ujar Abdul Mu'ti saat memimpin upacara di SMK Negeri 2 Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Senin (13/7/2026).

Abdul Mu'ti menegaskan tidak boleh ada praktik perundungan maupun senioritas dalam bentuk apa pun selama pelaksanaan MPLS. Menurutnya, sekolah harus menjadi ruang belajar yang aman bagi seluruh peserta didik tanpa membedakan latar belakang ekonomi, kemampuan akademik, maupun kondisi fisik.

Mendikdasmen menjelaskan, konsep MPLS Ramah 2026 dirancang untuk membangun budaya saling menghormati, saling menyayangi, dan mendukung pengembangan potensi setiap siswa.

"MPLS Ramah juga menjadi momentum untuk menemukan, menggali, dan mengembangkan bakat anak-anak Indonesia. Pada dasarnya setiap anak Indonesia adalah anak yang hebat dengan potensi dan bakat yang mereka miliki," tutur Abdul Mu'ti.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para guru dan orang tua atas dukungan mereka dalam menyambut peserta didik baru. "Kepada anak-anak sekalian, selamat memasuki jenjang pendidikan yang baru. Jadikan MPLS ini sebagai awal semangat baru untuk meraih cita-cita yang kalian impikan," pesannya.

Buku Panduan MPLS

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin, mengatakan pelaksanaan MPLS harus menjadi ruang adaptasi yang humanis melalui pendampingan guru dan interaksi positif bersama kakak kelas.

Untuk mendukung pelaksanaan tersebut, Kemendikdasmen telah menerbitkan Buku Rujukan MPLS Ramah 2026 sebagai pedoman bagi seluruh satuan pendidikan.

Panduan itu memuat berbagai kegiatan positif, seperti salam sapa murid baru, gerakan Indonesia ASRI (aman, sehat, resik, dan indah), pengenalan delapan dimensi profil lulusan, hingga edukasi mengenai bahaya narkoba, judi, serta penguatan budaya disiplin.

"Mari bersama-sama kita kawal pelaksanaan MPLS Ramah 2026 dengan penuh tanggung jawab, keterbukaan, dan rasa cinta kepada murid. Saya mengajak orang tua, sekolah, dan seluruh panitia MPLS menjadikan hari pertama sekolah sebagai hari yang penuh senyum," tegas Tatang.

SMKN 2 Singosari

Semangat MPLS Ramah juga diterapkan di SMK Negeri 2 Singosari, Kabupaten Malang. Panitia MPLS sekaligus siswa kelas XI Program Keahlian Animasi, Putri Kayla Azzahra, mengatakan OSIS telah menyiapkan berbagai kegiatan untuk menyambut sekitar 600 peserta didik baru.

Menurut Kayla, sejak masa pra-MPLS siswa telah dikenalkan dengan lingkungan sekolah. Rangkaian kegiatan akan ditutup dengan pentas seni dan berbagai perlombaan guna mempererat kebersamaan antarsiswa.

"Untuk adik-adik, terus semangat dan jangan takut untuk mencoba, karena kami di sini bersama-sama untuk membuat inovasi baru dan meraih prestasi," ujar Kayla.


×
Berita Terbaru Update