Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua membantah informasi yang
beredar di media sosial mengenai surat edaran gubernur Papua yang menetapkan
Senin (20/7/2026) sebagai hari libur khusus dalam rangka menonton final Piala
Dunia 2026 antara Spanyol vs Argentina. Pemprov menegaskan informasi tersebut
merupakan hoaks.
Penegasan itu disampaikan melalui akun Instagram resmi
@pemprovpapua. Dalam unggahan tersebut, Pemprov Papua mengimbau masyarakat dan
aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan pemerintah provinsi agar tidak
memercayai informasi yang tidak dapat dipastikan kebenarannya.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Papua Jeri Agus
Yudianto menegaskan Gubernur Papua Mathius Derek Fakhiri tidak pernah
menerbitkan surat edaran mengenai penetapan hari libur khusus Papua dalam
rangka menonton final Piala Dunia 2026.
"Bapak gubernur Papua tidak pernah mengeluarkan edaran
tersebut," kata Jeri Agus Yudianto dalam keterangan resmi.
Pemprov Papua meminta masyarakat tidak mudah percaya
terhadap informasi yang beredar tanpa verifikasi. Warga juga diminta tidak
menyebarluaskan informasi yang belum jelas kebenarannya.
Masyarakat diimbau selalu memeriksa informasi melalui kanal
resmi Pemerintah Provinsi Papua agar terhindar dari penyebaran informasi palsu,
termasuk terkait kebijakan pemerintah.
Sebelumnya, sempat beredar gambar surat edarat
mengatasnamakan Gubernur Papua Mathius Derek Fakhiri tentang hari libur khusus
Papua dalam rangka menonton final Piala Dunia 2026 antara Spanyol vs Argentina.
“Senin 27 Juli 2026, libur khusus Papua dalam rangka
menonton final Piala Dunia antara Spanyol vs Argentina," demikian bunyi
surat gubernur Papua dengan dibubuhi nomor 003/14869/SET dan ditetapkan di
Jayapura pada 17 Juli 2026.
Diketahui, final Piala Dunia 2026 antara Spanyol vs
Argentina akan berlangsung di Stadion MetLife, East Rutherford, New Jersey, Senin
(20/7/2026) pukul 02.00 WIB.
Pemprov Papua ikut menggelar nonton bareng final Piala Dunia
2026 dengan melibatkan 20 UMKM dalam rangka menggerekkan ekonomi masyarakat,
tetapi tidak menetapkan hari libur khusus.